ngaji-algibran.png

​ICMI: Banyak Orang tak Percaya Pancasila dan UUD 1945 karena Diselewengkan

Syahrul Hidayanto 10 June 2017 comments ICMINews
Jakarta, (ICMI Media) - Ketua Dewan Pakar ICMI Zulkifli Hasan meminta semua pihak agar jangan lagi berbicara soal kelompok atau golongan saat membahas Pancasila. Lebih dari itu, yang paling utama adalah mengkaji mengenai isinya atau subtansinya.

Zulkifli mengatakan, mengutip dikatakan ekonom UGM Prof Kaelan, telah terjadi inkonsistensi dan inkoherensi terhadap Pancasila.

"Misalnya bicara tentang demokrasi Pancasila. Kenapa melahirkan
kesenjangan, kemudian demokrasi Pancasila kenapa melahirkan kegaduhan seperti sekarang," ujar Zulkifli, di Jakarta, Kamis (8/6), saat acara buka puasa ICMI.

Menurut Zulkifli, kini sudah bisa disebut terjadi inkonsistensi dan inkoherensi dalam penerapan Pancasila. Termasuk UUD1945 beserta pasal-pasalnya.

"Saya mengambil contoh sederhana. Pancasila itu kan senasib
sepenanggungan. Pasal 33 UUD 1945 menyebutkan bahwa ekonomi adalah usaha bersama, sumber daya alam dikuasai negara dipergunakan sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat. Tapi sekarang sumber daya alam itu memiliki masalah yaitu hanya dimiliki oleh perorangan," ucap Zulkifli.

Sementara rakyat yang berada disekitar lokasi sumber daya alam itu, ujar Zulkifli, kehilangan kesempatan untuk usaha, sebaliknya lingkungannya menjadi rusak.

Zulkifli mengungkapkan, saat ini akhirnya banyak orang yang telah tidak percaya dengan Pancasila lagi serta UUD 1945.* (L/CH)

Artikel Terkait

KOMENTAR

Posting comments after three months has been disabled.

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved