iklan-baner-euro.gif

Tiga Hal Ketundukan Umat Islam pada Agamanya yang Terbuka

Chamid Riyadi 11 June 2017 comments ICMINews
Jakarta, (ICMI Media) - Ada tiga yang membuat ketundukan wajib umat Islam harus tunduk kepada tiga hal. Terutama bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, wajib menampilkan keislamannya berdasarkan tiga hal itu.

Menurut Ketua Umum ICMI Prof DR Jimly Asshiddiqie, ketundukan pertama,  tidak mengkhianati ayat-ayat Allah yang sudah diwahyukan seperti dijelaskan dalam Sunah-sunah Rasul.

"Yang kedua, umat Islam harus merujuk kepada Sunatullah. Sunnahnya Allah diciptakan dalam kehidupan di dunia ini. Hukum alam ini kan cuma ditemukan oleh manusia, maka apa yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi adalah hasil dari ijtihad," kata Jimly, Sabtu (10/6).

Kemudian ketiga, ujar Jimly,, tunduk kepada hukum kesepakatan. Jimly menjelaskan, umat Islam hidup secara bersama-sama. Dengan demikian, ucap Jimly, tidak boleh berkhianat kepada kesepakatan bersama tersebut.

"Kita sebagai masyarakat bangsa Indonesia sudah mengadakan perjanjian bersama, yaitu Pancasila. oleh karena jangan kita khianati, mari kita isi," tutur Jimly.

Jimly menjelaskan, sila kesatu Pancasila adalah Ketuhanan yang maha Esa. Itu menandakan sudah ada yang esa, sama halnya dengan tauhid, padahal sebelumnya sila Ketuhanan dalam Pancasila diusulkan Bung Karno sebagai yang kelima. 

Berdasarkan hal tersebut, Jimly menyampaikan, Pancasila adalah milik umat Islam sehingga jangan ingin dibenturkan. Seolah-olah Pancasila milik orang lain.

"Apalagi era globalisasi dengan keyakinan Islam sedang dibenci dan ditakuti. Tapi Insya Allah ada hikmah dibalik semua peristiwa. Islam semakin berkembang dan banyak orang mempelajari Islam asal tidak ekslusif," ujar Jimly.

Jimly menceritakan, tahun 1960-an, saat penerapan ideologi Nasakom, umat Islam dibenturkan dengan Pancasila. Begitu juga tahun 1970 dan 1980-an, di Jakarta ketika itu tidak ada orang yang berani shalat di kantor.

"Jadi terbentuk suatu iklim seperti itu. Baru sesudah ICMI berdiri, tidak ada hal lagi seperti itu," ucap Jimly.*** (L/CH)

Artikel Terkait

KOMENTAR

LEAVE A RESPONSE

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved