ngaji-algibran.png

​ICMI Minta MK Semakin Profesional dan Perkokoh Kepercayaan Masyarakat

Syahrul Hidayanto 10 August 2017 comments ICMINews
Jakarta (ICMI Media) – ICMI menganggap momentum dilaksanakannya simposium Mahkamah Konstitusi (MK) se-Asia yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah, 9-10 Agustus 2017, dapat menjadi pendorong masyarakat agar semakin maju. 

Ditambah lagi Indonesia merupakan negara demokrasi konstitusional nomor tiga di dunia.

“Sebagai negara demokrasi konstitusional terbesar ketiga di dunia dan sistem peradilan konstitusi terpusat di MK, Indonesia adalah negara terbesar di Asia, sehingga pantas menjadi rujukan negara di dunia,” ujar Ketua Umum ICMI Prof DR Jimly Asshiddiqie kepada ICMI Media, Kamis (10/8).

Menurut Jimly, UUD 1945 adalah konstitusi pembebasan yang melepaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan. Oleh sebab itu semangat konstitusi pembebasan harus terus disadari dan diwujudkan dalam praktiknya.

“Tantangan sekarang MK adalah menuntaskan upaya mengembalikan dan memperkokoh kepercayaan masyarakat. Kedua menghadapi tantangan Pilkada serentak tahun 2018 dan Pemilu Pilpres serentak 2019. MK harus berbenah diri dan semakin profesional,” kata Jimly.

Tak ketinggalan ICMI, melalui Jimly, mengucapkan rasa syukur dan bangganya dengan terpilihnya Indonesia menjadi Sekretariat Tetap  Simposium Internasional Asosiasi Mahkamah Konstitusi dan Institusi Sejenis se-Asia (AACC).

MK Indonesia pernah terpilih menjadi Presiden AACC periode 2014-2016. Sebelumnya Presiden AACC dijabat oleh pihak MK Korea Selatan tahun 2010-2012 dan Turki periode 2012-2014. (SYH/CR)

Artikel Terkait

KOMENTAR

LEAVE A RESPONSE

Situs ICMI ini dikelola secara mandiri oleh Tim Media Center ICMI Pusat. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui telepon: +62 21 7994466 atau email di sekretariat@icmi.or.id atau redaksi@icmi.or.id . Untuk kerjasama iklan bisa kirim ke iklan@icmi.or.id Selengkapnya

Copyright 2014 ICMI | All Rights Reserved