ICMI luncurkan i-Masjid
Kamis, 26 September 2011

JAKARTA - Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) meluncurkan program pelayanan i-Masjid se-Indonesia. i-Klinik untuk mengembangkan fungsi dan peranan masjid ke arah layanan masyarakat dalam bidang kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pendidikan.
i-Masjid merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani ICMI dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Koperasi Khairu Ummah.
Hilmi Habibie, Ketua Presidium ICMI Pusat, mengatakan program i-Masjid untuk lebih memberdayakan masjid, bukan semata sebagai tempat ibadah. Namun juga mentransformasikan masjid sebagai tempat layanan umat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
“Jadi, melalui i-Masjid, kita akan bentuk jaringan dengan menggunakan menara masjid sebagai Base Transceiver Station (BTS),” kata Hilmi dalam rilis ICMI hari ini.
Peluncuran i-Masjid dilakukan bersamaan dengan acara Indonesia Halal Business & Food (IHBF) Expo 2011 di Jakarta Convention Center, Jumat.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Menko Ekonomi Hatta Rajasa, Menteri Pertanian Zulkifli Hasan, Ketua Umum Baznas Didin Hafidhudin, Dirjen Bimas Islam Kemenag Nasarudin Umar, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Muliaman D Hadad, berserta jajaran ICMI lainnya.
Hatta Rajasa yang meresmikan serta menandatangani peluncuran i-Masjid, mengatakan masjid bukan sekadar pusat ibadah ritual saja, namun terkait dengan kegiatan kemasyarakatan.
"Jadi masjid tidak sekadar penuh saat azan berkumandang, namun masjid mengacu pada zaman Nabi Muhammad saw menjadi pusat peradaban dengan kegiatan yang produktif, seperti sosial, ekonomi dan kebudayaan,” kata Hatta.(api)
