Silaknas ICMI 2011
Kamis, 06 Desember 2011

SILATURAHMI KERJA NASIONAL
IKATAN CENDEKIAWAN MUSLIM SE-INDONESIA
Tema :
Hijrah Moral untuk Kebangkitan Indonesia
Kendari, 9-11 Desember 2011
I. PENDAHULUAN
“Untaian zamrud khatulistiwa”, itulah sebutan yang kita kenal selama ini untuk negeri tercinta Indonesia. Sebutan itu tidak salah. Lihatlah, sebagai negara kepulauan yang terbesar di dunia, yang terbentang antara kawasan Indomalaya dan Australasia, terdiri atas 17.508 pulau. Kepulauan Indonesia memiliki tujuh kawasan bio-geografi utama dan keanekaragaman tipe-tipe habitat yang luar biasa.
Pada garis pantainya yang membentang sepanjang 81.000 km, merupakan ekosistem yang secara biologis sangat kaya dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Luas lautannya yang mencapai 8,5 juta km2, mampu menyerap sekitar 44 persen dari seluruh jumlah karbon dioksida (CO2) di atmosfer. Ini artinya laut Indonesia sangat penting untuk mencegah terjadinya pemanasan global.
Di dalam laut Indonesia juga tersimpan potensi minyak dan aneka tambang yang luar biasa. Secara metereologis, perairan nusantara juga menyimpan berbagai data metrologi maritim yang amat vital untuk menentukan perkiraan iklim global.
Hutan kita menjadi gudang bagi sumber daya hutan dan memiliki kekayaan biotik yang luar biasa; keanekaragaman hayati-nya merupakan tertinggi di dunia, meliputi 11 persen spesies tumbuhan dunia, 10 persen spesies mamalia, dan 16 persen spesies burung di dunia. Indonesia memiliki sekitar 300.000 jenis satwa atau sekitar 17% satwa di dunia ada di Indonesia. Hutan-hutan kita juga menyimpan karbon dengan jumlah yang sangat besar. Menurut laporan FAO, jumlah total vegetasi hutan di Indonesia menghasilkan lebih dari 14 miliar ton biomassa. Dibandingkan negara-negara lain di Asia, jumlah tersebut jauh lebih tinggi, dan setara sekitar 20 persen biomassa hutan tropis di seluruh Afrika.
Di dalam ribuan pulaunya, manusia Indonesia hidup dengan 1.128 suku bangsa --yang tertinggi diversitas etnisnya di dunia-- dengan 748 ragam bahasa, dan berbagai keanekaragaman budaya, sehingga merupakan negeri plural par excellence, sudah patut Indonesia sebagai the highest Bio-Geo-Socio-cultural diversity.
Maka tidak salah jika Belanda memberi gelar kepulauan Nusantara sebagai exotic garden of the east. Namun, setelah 67 tahun merdeka, dan setelah segala daya upaya dikerahkan untuk membangun bangsa, pertanyaan kita adalah: Apa yang telah terjadi dalam proses pembangunan tersebut dan apa yang telah dicapai oleh bangsa ini ?
Yang terjadi dengan bangsa Indonesia saat ini adalah belum terwujudnya kesejahteraan ekonomi, kondisi keamanan dan ketentraman, kehidupan politik yang bermoral dan kondusif bagi penegakan hukum dan keadilan serta hubungan harmonis sosial kemasyarakatan yang beretika dan berkarakter.
Hingga saat ini ternyata pembangunan Indonesia masih berkisar pada persoalan-persoalan mendasar seperti: masalah pengangguran dan kelangkaan persediaan pangan, masalah pertumbuhan penduduk dan keterbatasan sarana pemukiman, kepadatan penduduk dan gangguan keamanan, defisit sumber pembiayaan pembangunan dan maraknya korupsi dan kebocoran, rendahnya kualitas sumberdaya manusia dan buruknya kualitas pendidikan, masalah pluralitas masyarakat dan lemahnya budaya demokrasi, masalah pelayanan masyarakat dan kelemahan birokrasi nasional, kebutuhan untuk menjaga keseimbangan antara permintaan sumberdaya alam yang kian meningkat dengan keseimbangan ekosistem dan pembangunan yang berkelanjutan; dan masih banyak lagi lainnya.
Hal ini membawa ancaman yang serius bagi kesinambungan, keseimbangan dan kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, apalagi di tambah maraknya praktek kejahatan yang terorganisir dalam praktek mafia seperti mafia kekuasaan legislatif, mafia judikatif, yang mencakup di dalamnya segala macam mafia politik dan kepartaian, mafia dalam DPR dan DPRD, mafia peradilan dan kehakiman, mafia hukum, mafia keuangan dan pajak, mafia perbankan, dan segala macam mafia lainnya, yang semuanya menandaskan adanya gejala kemorosan moral bangsa yang menjadi ancaman serius dan apabila tidak dicarikan solusi, semua kondisi di atas suatu ketika dapat menjadi “bom waktu sosial”.
Yauqy Beik, sastrawan Arab berucap, sebuah bangsa akan hancur berantakan jika perilaku etis dan moralitasnya hancur. Sebaliknya, sebuah bangsa akan jaya, jika perilaku etis dan moralitasnya baik. Maka, jika ingin membangun atau mengembalikan kejayaan sebuah bangsa, lebih dulu harus mengembangkan perilaku etis dan membangun moralitas bangsanya. Untuk mendukung itu, segala keputusan dan kebijakan politik harus diarahkan untuk perbaikan etik-moral bangsa.
Sebuah ungkapan "kenabian" yang cocok bagi Indonesia untuk dasawarsa terakhir. Salah satu faktor utama yang selama ini diyakini sebagai penyebab yang menggiring bangsa ini hingga terperosok ke dalam kubangan multikrisis adalah faktor kebangkrutan etik-moral. Dan kebangkrutan etik moral itu mengalami proses yang lama, jauh sebelum krisis, dengan akselerasi yang terus meningkat dari waktu ke waktu, tanpa adanya keputusan politik untuk mengakhirinya. Akibatnya, kebangkrutan etik-moral itu menumpuk dan merontokkan sendi-sendi kehidupan lainnya.
Secara terperinci, kata "moral" mengacu pada baik-buruknya manusia terkait dengan tindakannya, sikapnya dan cara mengungkapkannya. Moral mencoba menjawab pertanyaan, "Apa yang harus saya lakukan dalam kehidupan bersama dalam berbangsa dan bernegara?" Karena itu, tinggi rendahnya perilaku etik dan kadar moral seseorang menentukan tinggi rendahnya kualitas kepribadiannya sebagai manusia. Dengan demikian, tinggi-rendahnya etik-moral suatu komunitas masyarakat, menentukan tinggi rendahnya kualitas kepribadian masyarakat bangsa.
Untuk itu, etik-moral harus diperhatikan oleh setiap insan, khususnya pengambil kebijakan politik dalam kehidupan bangsa dan negara. Sebab, di pundak merekalah kebangkrutan atau kejayaan etik-moral bangsa dipertaruhkan. Dan para pemimpin atau para pengambil kebijakan politik harus mengetahui pula latar belakang kebangkrutan etik-moral itu. Dengan demikian, mereka pun tahu bagaimana mereka dapat membangun kembali etik-moral bangsa.
Pertanyaannya, bagaimana mencegah kebangkrutan etik-moral ini agar tidak semakin parah demi mendorong perbaikan dan pembangunan di bidang-bidang lainnya, seperti ekonomi, politik dan hukum? Upaya untuk menjawab pertanyaan di atas, harus diakui bukanlah pekerjaan kecil, mudah, kasuistik, dan candak kulak, melainkan pekerjaan besar, mendasar dan menyangkut seluruh dimensi kehidupan masyarakat.
Salah satu pilihan langkah yang dapat diambil adalah melakukan sebuah upaya revolusi, karena dalam sejarah dunia menunjukkan dengan jelas bahwa kemajuan umat manusia telah dicapai berkat adanya berbagai macam revolusi di banyak bidang. Revolusi merupakan faktor perubahan dan kemajuan rakyat di berbagai negeri di dunia.
Dalam sejarah bangsa kita sudah terbukti bahwa kata-kata revolusi yang sering sekali dilontarkan oleh Bung Karno telah menjadi penggerak mobilisasi rakyat dalam pemupukan persatuan bangsa. Ide atau jiwa yang terkandung dalam kata-kata revolusi oleh Bung Karno merupakan unsur penting dalam nation and character building. Revolusi yang dianjurkan Bung Karno menjadi penggugah kesedaran politik yang amat besar bagi bangsa Indonesia. Revolusi yang dipimpin oleh Bung Karno telah mengangkat derajat rakyat Indonesia di mata rakyat-rakyat Asia-Afrika dan dunia.
Untuk melakukan perbaikan yang paripurna untuk kondisi bangsa Indonesia saat ini, pilihan melakukan revolusi moral yaitu upaya merevitalisasi etika dan moralitas masyarakat dalam negara dan bangsa yang menghayati hidupnya sebagai bagian integral dari komunitas yang dimaksud, karena moral merupakan landasan utama dari operasional beragama atau karena nilai-nilai moral merupakan buah agama, logikanya, bila merebak krisis moral, berarti buah dari krisis spiritual-keagamaan.
Untuk itu, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana ruang spiritual keagamaan baik individu maupun kelompok agama, diisi dengan hal-hal yang baik yang memungkinkan ekspresi kehidupan masyarakat menjadi lebih berkeadaban, sehingga kita dapat bangkit menyusul kemajuan besar yang diraih bagi kesejahteraan rakyatnya masing-masing, seperti (antara lain) China, India, Rusia, Vietnam, Kuba, Venezuela, Bolivia, Ekuador, Brasilia.
Akhirnya, untuk mencapai apa yang diinginkan dalam membangun kembali etik-moral bangsa, diperlukan pribadi-pribadi, dan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya pintar, melainkan berintegritas dan bermoralitas serta memiliki keberanian moral untuk memperbaiki dan mengembangkan keadaan ke tingkat hidup yang lebih berkeadaban, maka Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) berencana melaksanakan Silaknas ICMI Tahun 2011 di Kendari-Sultra dengan tema “Hijrah Moral untuk Kebangkitan Indonesia" sebagai ikhtiar ICMI selaku kekuatan civil society yang konsisten menjalankan tanggungjawab moral dan sosialnya dalam mengawal setiap proses reformasi--demokrasi dan berbagai agenda perubahan kondisi bangsa menuju lebih baik.
II. MAKSUD DAN TUJUAN DAN TUJUAN
Maksud :
Ajang silaturahmi, konsolidasi dan bertukar gagasan antar cendekiawan muslim dengan semangat kebangsaan dalam upaya mengatasi permasalahan Bangsa dewasa ini.
Tujuan :
1. Menggali rumusan-rumusan dan strategi pengembangan untuk meningkatkan kualitas moral dan karakter bangsa sebagai modal dasar pembangunan Indonesia dalam segala bidang.
2. Melakukan kajian atas kebijakan pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang memiliki karakter dan moral yang sesuai dengan agama, budaya dan kultur bangsa Indonesia.
3. Melakukan evaluasi kemajuan pelaksanaan dan perencanaan program kerja tahunan (2011-2012).
III. TEMA
SILAKNAS ICMI Tahun 2011 mengambil tema: “Hijrah Moral untuk Kebangkitan Indonesia".
IV. WAKTU DAN TEMPAT
SILAKNAS ICMI Tahun 2011 Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Jum’at-Ahad, 9-11 Desember 2011
Tempat : Swiss-Belhotel, Kendari – Sulawesi Tenggara
SUSUNAN PANITIA PENYELENGGARA
SILATURRAHMI KERJA NASIONAL
IKATAN CENDEKIAWAN MUSLIM SE-INDONESIA
(SILAKNAS-ICMI) TAHUN 2011
Untuk mengorganisasikan penyelenggaraan Silaturahmi Kerja Nasional Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (SILAKNAS-ICMI) Tahun 2011, maka Majelis Pengurus Pusat ICMI membentuk penitia penyelenggara yang terdiri dari Panitia Pengarah (Steering Committee) dan Panitia Pelaksana (Organizing Committee) dengan susunan sebagai berikut :
| PENASEHAT |
: |
1. Prof. Dr. –Ing. BJ. Habibie (Ketua Dewan Kehormatan ICMI) |
|
|
|
2. Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH (Ketua Dewan Penasehat ICMI) |
|
|
|
3. Prof. Dr. Haryanto Dhanutirto (Sekretaris Dewan Kehormatan ICMI) |
|
|
|
4. Dr. Ir. Muslimin Nasution, APU. |
|
|
|
5. Adi Sasono |
|
|
|
6. Dr. Marzuki Ali |
|
|
|
7. Irman Gusman, SE. |
|
|
|
8. H. Nur Alam, SE. (Gubernur Sulawesi Tenggara) |
|
|
|
9. Gamawan Fauzi, MM. |
|
|
|
10. Dr. Dipo Alam |
|
|
|
11. Suryadharma Ali |
|
|
|
12. Ir. Aburizal Bakrie |
|
|
|
13. Dr. H.R. Agung Laksono |
|
|
|
14. Letjend. Sudi Silalahi |
|
|
|
15. Patrialis Akbar |
|
|
|
|
PENANGGUNG JAWAB |
: |
1. Dr. –Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA. (Ketua Presidium ICMI) |
|
|
|
2. Prof. Dr. Nanat Fatah Natsir (Presidium ICMI) |
|
|
|
3. Dr. Marwah Daud Ibrahim (Presidium ICMI) |
|
|
|
4. Drs. Priyo Budi Santoso (Presidium ICMI) |
|
|
|
5. Dr. Sugiharto, SE. MBA. (Presidium ICMI) |
|
|
|
6. Dr. Ir. Muhammad Taufiq (Sekjend ICMI) |
|
|
|
7. Sandiaga S. Uno (Bendahara Umum ICMI) |
|
|
|
8. H. M. Yusuf Abadi (Ketua ICMI Orwil Sulawesi Tenggara) |
|
STEERING COMMITTE ( SC ) |
||
Ketua |
: |
Ir. M. Hatta Rajasa |
Wakil Ketua |
: |
Prof. Dr. Muhammad Nuh, DEA. |
|
Wakil Ketua |
: |
Prof. Dr. Komaruddin Hidayat |
|
Wakil Ketua |
: |
Dr. Fadel Muhammad |
|
Wakil Ketua |
: |
Zulkifli Hasan, SE. MM. |
|
Wakil Ketua |
: |
Prof. Dr. M. Jafar Hafsah |
Wakil Ketua |
: |
Dr. Ir. Siti Nurbaya, MSc. |
Wakil Ketua |
: |
Prof. Dr. Ir. Hidayat Syarief, MS |
|
Wakil Ketua |
: |
Dr. Setyanto P. Santosa, SE. MBA. |
|
Wakil Ketua |
: |
Prof. Dr. Bachtiar Aly, MA. |
|
Wakil Ketua |
: |
Drs. Tubagus Haryono, SE. MM. |
|
Wakil Ketua |
: |
Prof. Dr. H. Mahyuddin, NS. Sp.OG.(K). |
|
|
|
|
Sekretaris |
: |
Prof. Dr. Eng. Ir. Teuku Abdullah Sanny, M.Sc. |
Wakil Sekretaris |
: |
Dr. Ir. Zaim Ukhrowi |
Wakil Sekretaris |
: |
Drs. Yasril Ananta Baharuddin |
Wakil Sekretaris |
: |
Dra. Hj. Trulyanti Sutrasno, M.Psych. |
Wakil Sekretaris |
: |
Dra. Mardiana Indraswati |
Wakil Sekretaris |
: |
Sidi Mawardi, SS, M.Si. |
Wakil Sekretaris |
: |
Dr. Hadi Buana, SE. M.Si. |
Wakil Sekretaris |
: |
Ir. Santhi H. Serad, M.Sc. |
Wakil Sekretaris |
: |
Drs. Abdul Hamid |
Wakil Sekretaris |
: |
Ir. Ibnu Mahmud B. |
Wakil Sekretaris |
: |
Muhammad Syakir Sula |
|
PENANGGUNG JAWAB SIDANG-SIDANG KOMISI : |
||
|
Sidang Komisi A : Organisasi dan Kelembagaan “SOP dan Evaluasi Program”
|
||
|
Koordinator |
: |
Drs. Hadimulyo, M.Sc. |
|
Anggota – Anggota |
: |
Dr. Didin Muhafiddin, SIP. M.Si. |
|
|
|
Lena Maryana Mukti |
|
|
|
Moh. Effendi Anas, M.Si. |
|
|
|
Prof. Dr. H. Khomsahrial Romli, M.Si. |
|
|
|
Dr. Ir. Anis Saggaff, MSCE. |
|
|
|
Dr. Ir. Ahmad Mukhlis Yusuf |
|
|
|
Ir. Mohammad Andy Zaky |
|
|
|
Ir. Prasetyo Sunaryo, MT. |
|
|
|
|
|
Sidang Komisi B : Program Aksi 2012
|
||
|
Koordinator |
: |
Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes. |
|
Anggota – Anggota |
: |
Rahmat |
|
|
|
Dr. H. M. Syahrial Yusuf, SE. MBA. MM. |
|
|
|
Prof. Dr. Endin Nasruddin |
|
|
|
Drs. Yahya Mahya Sakti |
|
|
|
Muhammad Helmi Kamal Lubis, ChFC. |
|
|
|
Helmy Haludin |
|
|
|
Saraswati Chazanah, Dipl. Pharm. MM. |
|
|
|
Drs. H. Amir Hamzah Pane, Apt. SH. MH. MM. |
|
|
|
Dany Amrul Ichdan, SE. M.Sc. |
|
|
|
Dr. Ekasakti Octohariyanto |
|
|
|
Ir. E. Herman Khaeron, M.Si. |
|
|
|
Sarwono Sudarto |
|
|
|
|
|
Sidang Komisi C : Penataan Badan Otonom
|
||
|
Koordinator |
: |
Dr. Ary Ginanjar Agustian |
|
Anggota – Anggota |
: |
Prof. Dr. Husni Rahim |
|
|
|
Dr. Amirsyah Tambunan |
|
|
|
Prof. Dr. H. Armai Arief, MA. |
|
|
|
Hj. Asma Ratu Agung, SE. |
|
|
|
Dr. Reni Marlinawati |
|
|
|
Ir. Adji Gutomo |
|
|
|
Dr. Ray Akbar |
|
|
|
Dr. H. Muhammad Musa’ad, M.Si. |
|
|
|
Prof. Dr. Hj. Amani Lubis, MA. |
|
|
|
Prof. Dr. Djoko Santoso |
|
|
|
Prof. Dr. Ir. Herry Suhardianto, M.Sc. |
|
|
|
|
|
Sidang Komisi D : Rekomendasi
|
||
|
Koordinator |
: |
Dr. Ir. Johan O. Silalahi, MH. |
|
Anggota – Anggota |
: |
Drs. Nur Hidayat Sardini |
|
|
|
Dr. drg. Avip Saefullah |
|
|
|
Dra. Tatat Rahmita Utami, MA. |
|
|
|
Dra. Hj. Welya Safitri, M.Si. |
|
|
|
H. Nudirman Munir, SH. MA. |
|
|
|
Dr. Ali Muchtar Ngabalin, MA. |
|
|
|
Dr. Mohammad Oheo Sinapoy |
|
|
|
M. Shoim Haris, SH. MH. |
|
|
|
Drs. Sidi Mawardi, SS. M.Si. |
|
|
|
Dr. Muhammad Nasih |
|
|
|
Tamsil Linrung |
|
|
|
Fathullah, SH. |
|
TIM TEHNIS PUSAT / TIM ASSISTENSI : |
||
|
Koordinator Umum |
: |
Sibawaihi |
|
Keuangan |
: |
Tarmedi |
|
|
|
Eka Indra Susiani |
|
|
|
|
|
Kesekretariatan |
: |
Rahman Asidin |
|
|
|
Eneng Sri Mulyani |
|
|
|
|
|
Acara & Persidangan |
: |
Sriyanto |
|
|
|
Slamet |
|
|
|
|
|
Humas & Pudok |
: |
Abdul Aziz Hamid |
|
|
|
Aan Widiatman |
|
|
|
Nuryasin |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
ORGANIZING COMMITTEE (OC) PUSAT |
||
|
Ketua |
: |
M. Akhsan Alala |
|
Wakil Ketua |
: |
Ir. Yani Sofyan, MT. |
|
Wakil Ketua |
: |
Drs. Wahyudi Pramono, M.Si |
|
|
|
|
|
Sekretaris |
: |
Ir. Elyunito Perdana Dien |
|
Wakil Sekretaris |
: |
Sibawaihi |
|
Wakil Sekretaris |
|
M. Arifiansyah Alala |
|
|
|
|
|
Bendahara |
: |
Ir. Rifda Ammarina |
|
Wakil Bendahara |
|
Alita Marsanti, MBA. |
|
Wakil Bendahara |
: |
Luky Krisnanda |
|
|
|
|
|
Seksi Acara dan Persidangan |
||
|
Koordinator |
: |
Kwarnanto Rohmawan, S.SOS. MM. |
|
Anggota |
: |
Fadlansyah Lubis, SH. LL.M. |
|
|
|
|
|
Seksi Humas, Publikasi dan Penerima Tamu |
||
|
Koordinator |
: |
Ir. Moch. Syachrial Annas Fasihu, MM. |
|
Anggota |
: |
Aan Permana |
|
Anggota |
: |
Ir. Sy. Muhammad Herry Alkadrie, MH. |
|
|
|
|
|
Seksi Kesekretariatan |
|
|
|
Koordinator |
: |
Ir. Maman Suarman |
|
Anggota |
: |
Dr. Ir. A. Sitti Marwah, M.Si. |
|
ORGANIZING COMMITTEE (OC) DAERAH |
||
|
Ketua |
: |
Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, M.Sc. Agric. |
|
Wakil Ketua |
: |
Prof. Ir. H. La Sara, M.Si, Ph.D. |
|
Wakil Ketua |
: |
H. Halim, SE, MS. |
|
Wakil Ketua |
: |
Dr. Ir. H. Gusti Ray Sadimantara, M.Agr. |
|
Wakil Ketua |
: |
Drs. H. Nasir Andi Baso, MM. |
|
|
|
|
|
Sekretaris |
: |
Dr. Yani Balaka, SE, M.Sc. |
|
Wakil Sekretaris Wakil Sekretaris |
: : |
Asril, S.Sos, M.Si. Bahari, S.Si. |
|
|
|
|
|
Bendahara |
: |
H. Sirman, SE, M.Si. |
|
Wakil Bendahara |
: |
H. Mahaseng Mustafa, SE. |
|
Wakil Bendahara |
: |
Belli, SE, M.Si. |
|
Seksi Acara dan Persidangan |
||
|
Koordinator |
: |
Dr. H. Hilaludin Hanafi, M.Pd |
|
Anggota |
: |
|
|
|
|
|
|
Seksi Dana dan Pameran |
||
|
Koordinator |
: |
H. Saemu Alwi, SE, MS. |
|
Anggota |
: |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Seksi Akomodasi, Konsumsi, Transportasi, dan Perlengkapan |
||
|
Koordinator |
: |
Hj. Endang Abbas Aburaera, SE. |
|
Anggota |
: |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Seksi Humas, Publikasi dan Penerima Tamu |
||
|
Koordinator |
: |
Drs. Kusnadi |
|
Anggota |
: |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Seksi Keamanan dan Perizinan |
||
|
Koordinator |
: |
AKBP. Yuyun Yudhantara |
|
Anggota |
: |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Seksi Kesekretariatan |
|
|
|
Koordinator |
: |
Prof. Dr. H. Muh. Syarif, SE, M.Si. |
|
Anggota |
: |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tim Kesehatan |
|
|
|
Koordinator |
: |
dr. H. Nurjayadi Aboekasim, S.sp. |
|
Anggota |
: |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
