Silaknas ICMI 2011


SILATURAHMI KERJA NASIONAL
IKATAN CENDEKIAWAN MUSLIM SE-INDONESIA

Tema  :
Hijrah Moral untuk Kebangkitan Indonesia
Kendari, 9-11  Desember 2011

I.    PENDAHULUAN
“Untaian zamrud khatulistiwa”, itulah sebutan yang kita kenal selama ini untuk negeri tercinta Indonesia. Sebutan itu tidak salah. Lihatlah, sebagai negara kepulauan yang terbesar di dunia, yang terbentang antara kawasan Indomalaya dan Australasia, terdiri atas 17.508 pulau. Kepulauan Indonesia memiliki tujuh kawasan bio-geografi utama dan keanekaragaman tipe-tipe habitat yang luar biasa.

Pada garis pantainya yang membentang sepanjang  81.000 km, merupakan ekosistem yang secara biologis sangat kaya dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Luas lautannya yang mencapai  8,5 juta km2, mampu menyerap sekitar 44 persen dari seluruh jumlah karbon dioksida (CO2) di atmosfer. Ini artinya laut Indonesia sangat penting untuk mencegah terjadinya pemanasan global.

Di dalam laut Indonesia juga  tersimpan potensi minyak dan aneka tambang yang luar biasa. Secara metereologis, perairan nusantara juga menyimpan berbagai data metrologi maritim yang amat vital untuk menentukan perkiraan iklim global.

Hutan kita menjadi  gudang bagi sumber daya hutan dan memiliki kekayaan biotik yang luar biasa; keanekaragaman hayati-nya merupakan tertinggi di dunia, meliputi 11 persen spesies tumbuhan dunia, 10 persen spesies mamalia, dan 16 persen spesies burung di dunia. Indonesia memiliki sekitar 300.000 jenis satwa atau sekitar 17% satwa di dunia ada di Indonesia. Hutan-hutan kita juga  menyimpan  karbon dengan jumlah yang sangat besar.  Menurut laporan FAO, jumlah total vegetasi hutan di Indonesia menghasilkan lebih dari 14 miliar ton biomassa. Dibandingkan  negara-negara lain di  Asia, jumlah tersebut jauh lebih tinggi, dan setara  sekitar 20 persen biomassa hutan tropis di seluruh Afrika.

Di dalam ribuan pulaunya, manusia Indonesia hidup dengan 1.128 suku bangsa  --yang  tertinggi diversitas etnisnya di dunia--  dengan 748 ragam bahasa, dan berbagai keanekaragaman budaya, sehingga merupakan negeri plural par excellence, sudah patut Indonesia sebagai the highest Bio-Geo-Socio-cultural diversity.

Maka tidak salah jika Belanda memberi gelar kepulauan Nusantara sebagai exotic garden of the east. Namun, setelah 67 tahun merdeka, dan setelah segala daya upaya dikerahkan untuk membangun bangsa, pertanyaan kita adalah: Apa yang telah terjadi dalam proses pembangunan tersebut dan apa yang telah dicapai oleh bangsa ini ?

Yang terjadi dengan bangsa Indonesia saat ini adalah belum terwujudnya kesejahteraan ekonomi, kondisi keamanan dan ketentraman, kehidupan politik yang bermoral dan kondusif bagi penegakan hukum dan keadilan serta hubungan harmonis sosial kemasyarakatan yang beretika dan berkarakter.

Hingga saat ini ternyata pembangunan Indonesia  masih berkisar pada persoalan-persoalan mendasar seperti: masalah pengangguran dan kelangkaan persediaan pangan, masalah pertumbuhan penduduk dan keterbatasan sarana pemukiman, kepadatan penduduk dan gangguan keamanan, defisit sumber pembiayaan pembangunan dan maraknya korupsi dan kebocoran, rendahnya kualitas sumberdaya manusia dan buruknya kualitas pendidikan, masalah pluralitas masyarakat dan lemahnya budaya demokrasi, masalah pelayanan masyarakat dan kelemahan birokrasi nasional, kebutuhan untuk menjaga keseimbangan antara permintaan sumberdaya alam yang kian meningkat dengan keseimbangan ekosistem dan pembangunan yang berkelanjutan; dan masih banyak lagi lainnya.

Hal ini membawa ancaman yang serius bagi kesinambungan, keseimbangan dan kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, apalagi di tambah maraknya praktek kejahatan yang terorganisir dalam praktek mafia seperti mafia kekuasaan legislatif, mafia judikatif, yang mencakup di dalamnya segala macam mafia politik dan kepartaian, mafia dalam DPR dan DPRD, mafia peradilan dan kehakiman, mafia hukum, mafia keuangan dan pajak, mafia perbankan, dan segala macam mafia lainnya, yang semuanya menandaskan adanya gejala kemorosan moral bangsa yang menjadi ancaman serius dan apabila tidak dicarikan solusi, semua kondisi di atas suatu ketika dapat menjadi “bom waktu sosial”.

Yauqy Beik, sastrawan Arab berucap, sebuah bangsa akan hancur berantakan jika perilaku etis dan moralitasnya hancur. Sebaliknya, sebuah bangsa akan jaya, jika perilaku etis dan moralitasnya baik. Maka, jika ingin membangun atau mengembalikan kejayaan sebuah bangsa, lebih dulu harus mengembangkan perilaku etis dan membangun moralitas bangsanya. Untuk mendukung itu, segala keputusan dan kebijakan politik harus diarahkan untuk perbaikan etik-moral bangsa.

Sebuah ungkapan "kenabian" yang cocok bagi Indonesia untuk dasawarsa terakhir. Salah satu faktor utama yang selama ini diyakini sebagai penyebab yang menggiring bangsa ini hingga terperosok ke dalam kubangan multikrisis adalah faktor kebangkrutan etik-moral. Dan kebangkrutan etik moral itu mengalami proses yang lama, jauh sebelum krisis, dengan akselerasi yang terus meningkat dari waktu ke waktu, tanpa adanya keputusan politik untuk mengakhirinya. Akibatnya, kebangkrutan etik-moral itu menumpuk dan merontokkan sendi-sendi kehidupan lainnya.

Secara terperinci, kata "moral" mengacu pada baik-buruknya manusia terkait dengan tindakannya, sikapnya dan cara mengungkapkannya. Moral mencoba menjawab pertanyaan, "Apa yang harus saya lakukan dalam kehidupan bersama dalam berbangsa dan bernegara?" Karena itu, tinggi rendahnya perilaku etik dan kadar moral seseorang menentukan tinggi rendahnya kualitas kepribadiannya sebagai manusia. Dengan demikian, tinggi-rendahnya etik-moral suatu komunitas masyarakat, menentukan tinggi rendahnya kualitas kepribadian masyarakat bangsa.

Untuk itu, etik-moral harus diperhatikan oleh setiap insan, khususnya pengambil kebijakan politik dalam kehidupan bangsa dan negara. Sebab, di pundak merekalah kebangkrutan atau kejayaan etik-moral bangsa dipertaruhkan. Dan para pemimpin atau para pengambil kebijakan politik harus mengetahui pula latar belakang kebangkrutan etik-moral itu. Dengan demikian, mereka pun tahu bagaimana mereka dapat membangun kembali etik-moral bangsa.

Pertanyaannya, bagaimana mencegah kebangkrutan etik-moral ini agar tidak semakin parah demi mendorong perbaikan dan pembangunan di bidang-bidang lainnya, seperti ekonomi, politik dan hukum? Upaya untuk menjawab pertanyaan di atas, harus diakui bukanlah pekerjaan kecil, mudah, kasuistik, dan candak kulak, melainkan pekerjaan besar, mendasar dan menyangkut seluruh dimensi kehidupan masyarakat.
Salah satu pilihan langkah yang dapat  diambil adalah melakukan sebuah upaya revolusi, karena dalam sejarah dunia menunjukkan dengan jelas bahwa kemajuan umat manusia telah dicapai berkat adanya berbagai macam revolusi di banyak bidang. Revolusi merupakan faktor perubahan dan kemajuan rakyat di berbagai negeri di dunia.

Dalam sejarah bangsa kita sudah terbukti bahwa kata-kata revolusi yang sering sekali dilontarkan oleh Bung Karno telah menjadi penggerak mobilisasi rakyat dalam pemupukan persatuan bangsa. Ide atau jiwa yang terkandung dalam kata-kata revolusi oleh Bung Karno merupakan unsur penting dalam nation and character building. Revolusi yang dianjurkan Bung Karno menjadi penggugah kesedaran politik yang amat besar bagi bangsa Indonesia.  Revolusi yang dipimpin oleh Bung Karno telah mengangkat derajat rakyat Indonesia di mata rakyat-rakyat Asia-Afrika dan dunia.

Untuk melakukan perbaikan yang paripurna untuk kondisi bangsa Indonesia saat ini, pilihan melakukan revolusi moral yaitu upaya merevitalisasi etika dan moralitas masyarakat dalam negara dan bangsa yang menghayati hidupnya sebagai bagian integral dari komunitas yang dimaksud, karena moral merupakan landasan utama dari operasional beragama atau karena nilai-nilai moral merupakan buah agama, logikanya, bila merebak krisis moral, berarti buah dari krisis spiritual-keagamaan.

Untuk itu, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana ruang spiritual keagamaan baik individu maupun kelompok agama, diisi dengan hal-hal yang baik yang memungkinkan ekspresi kehidupan masyarakat menjadi lebih berkeadaban, sehingga kita dapat bangkit menyusul kemajuan besar  yang diraih bagi kesejahteraan rakyatnya masing-masing, seperti (antara lain) China, India, Rusia, Vietnam, Kuba, Venezuela, Bolivia, Ekuador, Brasilia.

Akhirnya, untuk mencapai apa yang diinginkan dalam membangun kembali etik-moral bangsa, diperlukan pribadi-pribadi, dan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya pintar, melainkan berintegritas dan bermoralitas serta memiliki keberanian moral untuk memperbaiki dan mengembangkan keadaan ke tingkat hidup yang lebih berkeadaban, maka Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) berencana melaksanakan Silaknas ICMI Tahun 2011 di Kendari-Sultra dengan tema “Hijrah Moral untuk Kebangkitan Indonesia" sebagai ikhtiar ICMI selaku kekuatan civil society yang konsisten menjalankan tanggungjawab moral dan sosialnya dalam mengawal setiap proses reformasi--demokrasi dan berbagai agenda perubahan kondisi bangsa menuju lebih baik.

II.    MAKSUD DAN TUJUAN DAN TUJUAN  
Maksud :

Ajang silaturahmi, konsolidasi dan bertukar gagasan antar cendekiawan muslim dengan semangat kebangsaan dalam upaya mengatasi permasalahan Bangsa dewasa ini.

Tujuan :
1.    Menggali rumusan-rumusan dan strategi pengembangan untuk meningkatkan kualitas moral dan karakter bangsa sebagai modal dasar pembangunan Indonesia dalam segala bidang.
2.    Melakukan kajian atas kebijakan pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang memiliki karakter dan moral yang sesuai dengan agama, budaya dan kultur bangsa Indonesia.
3.    Melakukan evaluasi kemajuan pelaksanaan dan perencanaan program kerja tahunan (2011-2012).


III.    TEMA
SILAKNAS ICMI Tahun 2011 mengambil tema: “Hijrah Moral untuk Kebangkitan Indonesia".

IV.    WAKTU DAN TEMPAT
SILAKNAS ICMI Tahun 2011 Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal    : Jum’at-Ahad, 9-11 Desember 2011
Tempat    : Swiss-Belhotel, Kendari – Sulawesi Tenggara

 

SUSUNAN PANITIA PENYELENGGARA
SILATURRAHMI KERJA NASIONAL
IKATAN CENDEKIAWAN MUSLIM SE-INDONESIA
(SILAKNAS-ICMI) TAHUN 2011

Untuk mengorganisasikan penyelenggaraan Silaturahmi Kerja Nasional Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (SILAKNAS-ICMI) Tahun 2011, maka Majelis Pengurus Pusat ICMI membentuk penitia penyelenggara yang terdiri dari Panitia Pengarah (Steering Committee) dan Panitia Pelaksana (Organizing Committee) dengan  susunan sebagai berikut :

PENASEHAT

:

1.  Prof. Dr. –Ing. BJ. Habibie (Ketua Dewan Kehormatan ICMI)

 

 

2.  Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH (Ketua Dewan Penasehat ICMI)

 

 

3.  Prof. Dr. Haryanto Dhanutirto (Sekretaris Dewan Kehormatan ICMI)

 

 

4.  Dr. Ir. Muslimin Nasution, APU.

 

 

5.  Adi Sasono

 

 

6.  Dr. Marzuki Ali

 

 

7.  Irman Gusman, SE.

 

 

8.  H. Nur Alam, SE. (Gubernur Sulawesi Tenggara)

 

 

9.  Gamawan Fauzi, MM.

 

 

10. Dr. Dipo Alam

 

 

11. Suryadharma Ali

 

 

12. Ir. Aburizal Bakrie

 

 

13. Dr. H.R. Agung Laksono

 

 

14. Letjend. Sudi Silalahi

 

 

15. Patrialis Akbar

 

 

 

PENANGGUNG JAWAB

:

1.  Dr. –Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA. (Ketua Presidium ICMI)

 

 

2.  Prof. Dr. Nanat Fatah Natsir (Presidium ICMI)

 

 

3.  Dr. Marwah Daud Ibrahim (Presidium ICMI)

 

 

4.  Drs. Priyo Budi Santoso (Presidium ICMI)

 

 

5.  Dr. Sugiharto, SE. MBA. (Presidium ICMI)

 

 

6.  Dr. Ir. Muhammad Taufiq (Sekjend ICMI)

 

 

7.  Sandiaga S. Uno (Bendahara Umum ICMI)

 

 

8.  H. M. Yusuf Abadi (Ketua ICMI Orwil Sulawesi Tenggara)

 

STEERING COMMITTE ( SC )

Ketua

:

Ir. M. Hatta Rajasa

Wakil Ketua

:

Prof. Dr. Muhammad Nuh, DEA.

Wakil Ketua

:

Prof. Dr. Komaruddin Hidayat

Wakil Ketua

:

Dr. Fadel Muhammad

Wakil Ketua

:

Zulkifli Hasan, SE. MM.

Wakil Ketua

:

Prof. Dr. M. Jafar Hafsah

Wakil Ketua

:

Dr. Ir. Siti Nurbaya, MSc.

Wakil Ketua

:

Prof. Dr. Ir. Hidayat Syarief, MS

Wakil Ketua

:

Dr. Setyanto P. Santosa, SE. MBA.

Wakil Ketua

:

Prof. Dr. Bachtiar Aly, MA.

Wakil Ketua

:

Drs. Tubagus Haryono, SE. MM.

Wakil Ketua

:

Prof. Dr. H. Mahyuddin, NS. Sp.OG.(K).

 

 

 

Sekretaris

:

Prof. Dr. Eng. Ir. Teuku Abdullah Sanny, M.Sc.

Wakil Sekretaris

:

Dr. Ir. Zaim Ukhrowi

Wakil Sekretaris

:

Drs. Yasril Ananta Baharuddin

Wakil Sekretaris

:

Dra. Hj. Trulyanti Sutrasno, M.Psych.

Wakil Sekretaris

:

Dra. Mardiana Indraswati

Wakil Sekretaris

:

Sidi Mawardi, SS, M.Si.

Wakil Sekretaris

:

Dr. Hadi Buana, SE. M.Si.

Wakil Sekretaris

:

Ir. Santhi H. Serad, M.Sc.

Wakil Sekretaris

:

Drs. Abdul Hamid

Wakil Sekretaris

:

Ir. Ibnu Mahmud B.

Wakil Sekretaris

:

Muhammad Syakir Sula

 

PENANGGUNG JAWAB SIDANG-SIDANG KOMISI  :

Sidang  Komisi  A    :  Organisasi dan Kelembagaan “SOP dan Evaluasi Program”

 

Koordinator

:

Drs. Hadimulyo, M.Sc.

Anggota – Anggota

:

Dr. Didin Muhafiddin, SIP. M.Si.

 

 

Lena Maryana Mukti

 

 

Moh. Effendi Anas, M.Si.

 

 

Prof. Dr. H. Khomsahrial Romli, M.Si.

 

 

Dr. Ir. Anis Saggaff, MSCE.

 

 

Dr. Ir. Ahmad Mukhlis Yusuf

 

 

Ir. Mohammad Andy Zaky

 

 

Ir. Prasetyo Sunaryo, MT.

 

 

 

Sidang  Komisi B :  Program Aksi 2012

 

Koordinator

:

Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes.

Anggota – Anggota

:

Rahmat

 

 

Dr. H. M. Syahrial Yusuf, SE. MBA. MM.

 

 

Prof. Dr. Endin Nasruddin

 

 

Drs. Yahya Mahya Sakti

 

 

Muhammad Helmi Kamal Lubis, ChFC.

 

 

Helmy Haludin

 

 

Saraswati Chazanah, Dipl. Pharm. MM.

 

 

Drs. H. Amir Hamzah Pane, Apt. SH. MH. MM.

 

 

Dany Amrul Ichdan, SE. M.Sc.

 

 

Dr. Ekasakti Octohariyanto

 

 

Ir. E. Herman Khaeron, M.Si.

 

 

Sarwono Sudarto

 

 

 

Sidang Komisi C  : Penataan Badan Otonom

 

Koordinator

:

Dr. Ary Ginanjar Agustian

Anggota – Anggota

:

Prof. Dr. Husni Rahim

 

 

Dr. Amirsyah Tambunan

 

 

Prof. Dr. H. Armai Arief, MA.

 

 

Hj. Asma Ratu Agung, SE.

 

 

Dr. Reni Marlinawati

 

 

Ir. Adji Gutomo

 

 

Dr. Ray Akbar

 

 

Dr. H. Muhammad Musa’ad, M.Si.

 

 

Prof. Dr. Hj. Amani Lubis, MA.

 

 

Prof. Dr. Djoko Santoso

 

 

Prof. Dr. Ir. Herry Suhardianto, M.Sc.

 

 

 

Sidang Komisi D  : Rekomendasi

 

Koordinator

:

Dr. Ir. Johan O. Silalahi, MH.

Anggota – Anggota

:

Drs. Nur Hidayat Sardini

 

 

Dr. drg. Avip Saefullah

 

 

Dra. Tatat Rahmita Utami, MA.

 

 

Dra. Hj. Welya Safitri, M.Si.

 

 

H. Nudirman Munir, SH. MA.

 

 

Dr. Ali Muchtar Ngabalin, MA.

 

 

Dr. Mohammad Oheo Sinapoy

 

 

M. Shoim Haris, SH. MH.

 

 

Drs. Sidi Mawardi, SS. M.Si.

 

 

Dr. Muhammad Nasih

 

 

Tamsil Linrung

 

 

Fathullah, SH.

 

TIM TEHNIS PUSAT / TIM ASSISTENSI :

Koordinator Umum

:

Sibawaihi

Keuangan

:

Tarmedi

 

 

Eka Indra Susiani

 

 

 

Kesekretariatan

:

Rahman Asidin

 

 

Eneng Sri Mulyani

 

 

 

Acara & Persidangan

:

Sriyanto

 

 

Slamet

 

 

 

Humas & Pudok

:

Abdul Aziz Hamid

 

 

Aan Widiatman

 

 

Nuryasin

 

 

 

 

 

 

ORGANIZING COMMITTEE  (OC)  PUSAT

Ketua

:

M. Akhsan Alala

Wakil Ketua

:

Ir. Yani Sofyan, MT.

Wakil Ketua

:

Drs. Wahyudi Pramono, M.Si

 

 

 

Sekretaris

:

Ir. Elyunito Perdana Dien

Wakil Sekretaris

:

Sibawaihi

Wakil Sekretaris

 

M. Arifiansyah Alala

 

 

 

Bendahara

:

Ir. Rifda Ammarina

Wakil Bendahara

 

Alita Marsanti, MBA.

Wakil Bendahara

:

Luky Krisnanda

 

 

 

Seksi Acara dan Persidangan

Koordinator

:

Kwarnanto Rohmawan, S.SOS. MM.

Anggota

:

Fadlansyah Lubis, SH. LL.M.

 

 

 

Seksi Humas, Publikasi dan Penerima Tamu

Koordinator

:

Ir. Moch. Syachrial Annas Fasihu, MM.

Anggota

:

Aan Permana

Anggota

:

Ir. Sy. Muhammad Herry Alkadrie, MH.

 

 

 

Seksi Kesekretariatan

 

 

Koordinator

:

Ir. Maman Suarman

Anggota

:

Dr. Ir. A. Sitti Marwah, M.Si.

 

ORGANIZING COMMITTEE (OC) DAERAH

Ketua

:

Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, M.Sc. Agric.

Wakil Ketua

:

Prof. Ir. H. La Sara, M.Si, Ph.D.

Wakil Ketua

:

H. Halim, SE, MS.

Wakil Ketua

:

Dr. Ir. H. Gusti Ray Sadimantara, M.Agr.

Wakil Ketua

:

Drs. H. Nasir Andi Baso, MM.

 

 

 

Sekretaris

:

Dr. Yani Balaka, SE, M.Sc.

Wakil Sekretaris

Wakil Sekretaris

:

:   

 Asril, S.Sos, M.Si.

 Bahari, S.Si.

 

 

 

Bendahara

:

H. Sirman, SE, M.Si.

Wakil Bendahara

:

H. Mahaseng Mustafa, SE.

Wakil Bendahara

:

Belli, SE, M.Si.

Seksi Acara dan Persidangan

Koordinator

:   

Dr. H. Hilaludin Hanafi, M.Pd

Anggota

:

  1. Drs. H. Satar, M.Si.
  2. H. Amrulah, SE, M.Si.
  3. Dr. Anwar Bey, M.Si.
  4. Drs. Salam, Razak, M.Si.
  5. Drs. H. Abu Hasan, M.Pd.
  6. Dr. Nur Arafah, SP, M.Si.
  7. Dr. Ir. H. Rahmat Sofyan P, M.Si.
  8. Safril Kasim, SP, MES.
  9. LaOde Abd. Natsir Mutalib, SE, M.Si.
  10. Oktrisman Balagi, S.Pd, M.Si.
  11. Fitrah Yuliani Sabara, S.Kom.

 

 

 

Seksi Dana dan Pameran

Koordinator

:

H. Saemu Alwi, SE, MS.

Anggota

:

  1. Ir. H. Dodi Jalante, MT.
  2. Ir. H. Haku Wahab, M.Si.
  3. Prof.Dr. Alida Palilati, SE, M.Si.
  4. Razak Yusuf, SE, MS.
  5. H. Makmur Ibnu Hajar, SE, M.Si.
  6. Dr. Muh. Zamrun, F. M.Si. M.Sc.

 

 

  1. Ir. Hj. Tin Farida

 

 

  1. Dr. Muzuni, S.Si, M.Si.
  2. Sawaludin, SE, M.Si.

 

 

 

Seksi Akomodasi, Konsumsi, Transportasi, dan Perlengkapan

Koordinator

:

Hj. Endang Abbas Aburaera, SE.

Anggota

:

  1. Drs. H. Andi Baso, M.Si.
  2. Dra. Hj. Andi Rosmaria S Ali, M.Si
  3. Dra. Hj. Isma, M,Si.
  4. Drs. Poitu Murtopo

 

 

  1. Sahrudin Nurdin, SE.

 

 

  1. Nursan, S.Sos.
  2. Lies Indriani, SP, MP.
  3. Ir. Hj. Sitti Leomo, M.Si.
  4. Dra. Herawati Muchlis
  5. Zatira Yusuf, SE.

 

 

 

Seksi Humas, Publikasi dan Penerima Tamu

Koordinator

:

Drs. Kusnadi

Anggota

:

  1. Drs. Patta Nasrah, M.Si.
  2. Drs. Armada Sida, M.Si.

 

 

  1. H. Rahmat Madjid, SE, M.Si.

 

 

  1. M. Jufri Rahim, SP.
  2. Hery Alamsyah, SE. M.Si.
  3. Dr. Ir. H. La Ode Sabarudin, M.Si.
  4. Dr. Ir. LaOde Nafiu, M.Si.
  5. Sarlan Adijaya, S.Sos, M.Si.
  6. Dr.Ir.Aida Adha Taridala, M.Si.
  7. Sarina, SP, M.Si.

 

 

 

Seksi Keamanan dan Perizinan

Koordinator

:

AKBP. Yuyun Yudhantara

Anggota

:

  1. Drs. L.M Rajiun, M.Si.
  2. Drs. H. Justawan, M.Si.

 

 

  1. Ir. L. Daud, M.Si.

 

 

  1. Salimin, ST.

 

 

  1. Muh. Rizal Muhtasar Ntewo, SH, MH.
  2. La Sensu, M.Ag. MH.

 

 

 

Seksi Kesekretariatan

 

 

Koordinator

:

Prof. Dr. H. Muh. Syarif, SE, M.Si.

Anggota

:

  1. Prof. Dr. Samdin, SE, M.Si.
  2. H. Gamsir Bahmid, SE, M.Si.
  3. Dr. Hayat Yusuf Abadi, SE, M.Si.
  4. Fitriaman, SE, M.Ak.
  5. Ir. Ninsar Akib

 

 

  1. Ir. Hartina Batoa, M.Si.

 

 

  1. Ardi, SP.
  2. L.M. Alfin Agushara Bena, S.Hut.

 

 

 

Tim Kesehatan

 

 

Koordinator

:

dr. H. Nurjayadi Aboekasim, S.sp.

Anggota

:

  1. Dr. Amirudin, M.Kes.
  2. dr. Hj. Maryam Rufiah, M.Kes.

 

 

  1. dr. H. Muh. Ridwan, M.Si.

 

 

  1. dr. Hj. Andi Hasnah Suaib, SP.An.

 

 

Tentang ICMI

Kode Etik ICMI

Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia adalah organisasi kemasyarakatan yang bersifat ke-Islaman, ke-Indonesiaan, kebudayaan, keilmuan,
more »

Sejarah Kelahiran ICMI

Kelahiran ICMI bukankah sebuah kebetulah sejarah belaka, tapi erat kaitannya dengan perkembangan global dan regional di luar dan di
more »

Kontak ICMI

ICMI CENTER
Jl. Warung Jati Timur No.1 Kalibata-Pancoran, Jakarta 12740 INDONESIA
Telp. (62 21) 7994466 Fax. (62 21) 7995111
more »