Home / Media / Siaran Pers / Bersama Jk Icmi Dan Tokoh Islam Indonesia Bahas Isis

Bersama JK, ICMI dan Tokoh Islam Indonesia Bahas ISIS


Posted on Rabu, 15 Apr 2015 02:02 WIB


Bersama JK, ICMI dan Tokoh Islam Indonesia Bahas ISIS

pertemuan dikatakan membahas mengenai militan Negara Islam (IS)

Jakarta - Ketua Dewan Penasehat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie bersama dengan tokoh dan pimpinan umat Islam  Indonesia seperti Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj,  serta Ketua GP Anshor Nusron Wahid,  berkumpul bersama Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla pada Selasa (14/4) malam di rumah dinas di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansyah, Wakil Menteri Luar Negeri Am Fachir, dan Wakil Menteri Agama Nasaruddin Syamsuddin, pertemuan dikatakan membahas mengenai militan Negara Islam (IS) atau disebut juga Negara Islam Irak Suriah atau dikenal dengan singkatan NIIS atau ISIS.

Juru bicara pribadi JK, Husain Abdullah mengatakan pertemuan yang diawali dengan makan malam bersama, menampilkan video pidato JK saat membuka konfrensi internasional mengenai terorisme akhir Maret lalu, di Jakarta.

"Ditayangkan dulu pidato bapak (JK) di acara konfrensi terorisme internasional karena itu menurut Pak Din Syamsuddin salah satu pidato tentang ISIS yang paling komprehensif dan mencerahkan meskipun tanpa teks," ujar Husain, Selasa (14/4) malam.

Setelah itu, lanjut Husain, dilanjutkan dengan pemaparan dari JK dan Din Syamsuddin.

Kelompok IS memang menjadi buah bibir belakangan ini di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Paham yang dicetuskan oleh orang bernama, Abu Bakar al-Baghdadi ini, memang sudah mulai menjalar di Tanah Air.

Penelitian yang dilakukan Kepala International Center for Political Violence and Terrorism Research di Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Rohan Gunaratna menemukan setidaknya ada 19 jaringan atau kelompok teroris Tanah Air yang membaiat (menyatakan setia) ataupun baru sekadar mendukung gerakan IS.

Dalam menyebarkan pahamnya, IS memang kerap menggunakan media sosial sebagai sarananya, seperti YouTube.

Terakhir, dalam sebuah video di YouTube yang menggunakan judul Salim News alias Abu Jandal, terlihat pria mengenakan penutup kepala dan membawa senapan yang diduga bagian dari IS, menyebut akan membebaskan Abu Bakar Ba'asyir dan Aman Abdurrahman yang ditahan di Nusakambangan. 

Selain membahas soal ISIS, pertemuan juga membicarakan masalah-masalah umat Islam yang kini tengah melanda Indonesia.

Sumber : Media ICMI, Dari berbagai sumber


Tags :