Home / Media / Siaran Pers / Hambat Produktivitas Penulis Icmi Usulkan Pajak Buku Dihapus

?Hambat Produktivitas Penulis, ICMI Usulkan Pajak Buku Dihapus


Posted on Sabut, 9 Sep 2017 13:05 WIB



<div style=

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/v_template_3.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /home/icmior/public_html/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /home/icmior/public_html/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view

File: /home/icmior/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

" src="

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/v_template_3.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /home/icmior/public_html/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /home/icmior/public_html/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view

File: /home/icmior/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

https://www.icmi.or.id/assets/img/content_image">

Jakarta (ICMI Media) – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) menyarankan agar dihapuskannya sistem pengenaan pajak buku kepada para penulis. Dengan begitu, karya penulisan buku di Indonesia diprediksi dapat semakin bergeliat.

Menurut Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie kepada ICMI Media, Sabtu (9/9), negara juga hanya memperoleh hasil yang rendah dari pengenaan pajak buku.

Oleh sebab itu, Jimly beranggapan, sebaiknya pajak buku yang merugikan penulis dihapuskan karena negara juga tak optimal memperoleh pemasukan.

“Apalagi penghasilan negara dari pajak buku amat kecil dibandingkan efek negatifnya untuk menumbuhkan industri perbukuan dan manfaatnya untuk pendidikan publik jika pajak buku dihapus,” ujar Jimly.

Penulis Tere Liye yang memiliki nama asli Darwis baru-baru ini mengeluhkan pengenaan pajak buku yang bernilai besar. Keluhan itu diungkapkannya terkait kerjasamanya dengan penerbit Gramedia Pustaka Utama dan Republika.

Akibatnya, Tere Liye mengambil sikap memutuskan kontrak kerjasama sebab pungutan pajak yang dinilai merugikan penulis.

Pungutan pajak buku disebut Tere jauh lebih tinggi dibandingkan pekerjaan lain, seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). (SYH/CR)


Tags :





Detail side