Home / Media / Siaran Pers / Icmi Dorong Pemerintah Terbitkan Perppu Radikalisme

ICMI Dorong Pemerintah Terbitkan Perppu Radikalisme


Posted on Rabu, 25 Mar 2015 12:13 WIB


ICMI Dorong Pemerintah Terbitkan Perppu Radikalisme

 Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof Nanat Fatah Natsir mendorong pemerintah menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang tentang pencegahan dan pemberantasan radikalisme untuk mengantisipasi penyebaran paham tersebut.

Jakarta ( Berita ) : Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof Nanat Fatah Natsir mendorong pemerintah menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang tentang pencegahan dan pemberantasan radikalisme untuk mengantisipasi penyebaran paham tersebut.

"Paham radikal tidak hanya Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) saja. Semua gerakan dan paham radikal harus ditangani dengan capat dan kuat. Jangan hanya terorisme, radikalisme juga harus dicegah," kata Nanat saat dihubungi di Jakarta, Rabu [25/03] .

Mantan rektor UIN Bandung itu mengatakan, pemerintah dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) juga harus bekerja sama dengan lembaga-lembaga keagamaan baik organisasi masyarakat maupun lembaga pendidikan untuk mencegah penyebaran paham ISIS.

"Pemerintah harus memberikan pencerahan tentang ISIS yang sebenarnya dan mengapa ideologi tersebut bertentangan dengan Pancasila sehingga harus dilarang. Selain itu, rakyat juga harus dijelaskan dengan pendekatan agama yang multikultural sejak dari usia dini," tuturnya.

Menurut Nanat, rakyat harus memiliki kesadaran untuk meyakini dan menganggap agama yang dianut sebagai ajaran yang paling benar. Namun, rakyat juga harus diberi pemahaman bahwa ada kebenaran lain yang diyakini dan dianut oleh orang lain.

"Intinya adalah toleransi. Mengakui kebenaran agama yang dianut tidak harus memusuhi orang lain yang berbeda agama dan keyakinan," ujarnya.

Nanat mengatakan penyampaian ajaran agama secara indoktrinasi yang hanya mengakui kebenaran agama sendiri secara mutlak akan lebih memicu munculnya radikalisme agama.

"Padahal, semua agama pasti mengajarkan toleransi dan menghargai agama lain. Di Islam misalnya, ayat keenam surat Al-Kafiruun berbunyi 'Lakum dinukum waliyadin' yang artinya 'untukmu agamamu dan untukku agamaku'," katanya.

Polisi telah menangkap lima terduga teroris yang diduga dipengaruhi paham ISIS. Di Jambi, seorang pelajar SMK berusia 18 tahun diberitakan menyendera dan menyerang ayah dan adiknya, diduga karena terpengaruh paham ISIS karena di kamarnya ditemukan barang-barang terkait ISIS.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno juga sempat menyampaikan kecurigaannya bahwa ada 514 warga negara Indonesia yang telah bergabung dengan ISIS.

Sumber : ANTARA


Tags :





Detail side

Media Terpopuler