Home / Media / Siaran Pers / Icmi Dukung Sikap Tegas Pemerintah Soal Polemik Laut Natuna

ICMI Dukung Sikap Tegas Pemerintah Soal Polemik Laut Natuna


Posted on Senin, 6 Jan 2020 16:40 WIB


ICMI Dukung Sikap Tegas Pemerintah Soal Polemik Laut Natuna

JAKARTA - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) turut menanggapi polemik Laut Natuna yang sedang ramai diperbincangkan. ICMI mendukung sikap tegas pemerintah yang tidak akan berkompromi menyangkut kedaulatan indonesia.

“Sikap tegas pemerintah sudah tepat, dan saya rasa kita juga harus agresif. Ini belum pernah terjadi dalam sejarah kita, sengketa perbatasan dengan china,” kata Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie saat ditemui di Jakarta, Minggu (5/1)

Menurut Jimly, klaim China atas Laut China Selatan tidak masuk akal dan tidak ada dasarnya. Jimly mengatakan, jika dilihat dari letak geografisnya terlalu jauh dari china dibanding negara asia tenggara lainnya.

“Itu kelewat jauh kalau China mengklaim natuna bagian dari fisik rightnya dia, itu ngawur, tidak ada dasarnya menurut hukum Internasional,” ucap Ketum ICMI itu.

Jimly menegaskan pihaknya mendukung sikap tegas pemerintah. Kalau perlu, Jimly menyarankan, supaya tidak memberi kesan laut china itu punya china, dilakukan pergantian nama laut.

“Diganti namanya saja jadi Southeast Asia Sea atau Laut Asia Tenggara, bukan laut china selatan. Jadi jangan gara-gara namanya laut china selatan, enak saja dia merasa punya dia, tidak begitu, kita harus tegas dengan china ini,” tegas Jimly.

Ia menambahkan, Indonesia berpegang teguh sesuai hukum internasional yang sudah disepakati. Seperti diketahui kesepakatan tersebut tertera dalam United Nations Convetion on the Law of the Sea   (UNCLOS) 1982, juga dalam keputusan pengadilan arbitrase PBB terkait klaim negara-negara di Laut China Selatan.

Kendati begitu, untuk menjaga kedaulatan Indonesia lebih aman, Ketum ICMI itu sangat mendukung perihal penangkapan dan penenggelaman kapal-kapal asing yang memasuki wilayah teritorial Indonesia secara ilegal.

“Saya angat mendukung apa yang dilakukan Ibu Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan  Perikanan 2014-2019). Selama 5 tahun kemarin sudah berhasil menenggelamkan kapal-kapal ilegal, sekarang kenapa tidak ditenggelamkan lagi? China jadi seenaknya . Mestinya diteruskan apa yang sudah dilakukan oleh ibu Susi Pudjiastuti itu,” lugas Jimly.

Jimly berharap, pemerintah dukung Laut China Selatan berganti nama jadi Southeast Asian Sea atau Laut Asia Tenggara. Jimly pun menyarankan agar Indonesia meneruskan gebrakan Menteri Kelautan dan Perikanan 2014-2019, ibu Susi Pudjiastuti untuk menenggelamkan kapal asing dari mana saja.**


Tags : ICMI ICMI Pusat Indonesia Jimly Ketua ICMI Sosial




Prof Arief Satria: ICMI Bagian dari Masa Depan, Bukan Masa Lalu
Prof Arief Satria: ICMI Bagian dari Masa Depan, Bukan Masa Lalu
Bogor - Pandemi Korona menyebabkan ketidakpastian terhadap seluruh lini kehidupan masyarakat, namun kondisi ini bukan berarti membuat kita menyerah. Ilmuwan Charles Darwin mengatakan, bahwa spesies yang survive bukanlah yang terkuat dan terpintar tapi mampu responsif terhadap perubahan.  
Kamis, 24 Jul 2020
Mahasiswa-Buruh Suarakan #GejayanMemanggil Tolak Omnibus Law
Rekomendasi Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Terkait Covid-19
Sehubungan dengan adanya pandemi Covid-19 saat ini, Ikatan Cendekiawan Muslim seIndonesia (ICMI) merekomendasikan agar Pemerintah melakukan hal-hal sebagai berikut:  
Rabu, 29 Apr 2020

Detail side

Media Terpopuler