Home / Media / Siaran Pers / Icmi Imbau Jangan Demonstrasi Di Lokasi Warisan Sejarah Indonesia

ICMI Imbau Jangan Demonstrasi di Lokasi Warisan Sejarah Indonesia


Posted on Sabut, 9 Sep 2017 06:23 WIB


ICMI Imbau Jangan Demonstrasi di Lokasi Warisan Sejarah Indonesia

Jakarta (ICMI Media) - Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mengimbau kepada semua kalangan masyarakat agar menghindari areal wisata atau tempat bersejarah sebagai lokasi melakukan unjuk rasa.
 
Demikian diungkapkan Ketua Umum ICMI Prof DR Jimly Asshiddiqie menanggapi adanya keinginan sebagian kelompok masyarakat, khususnya dari umat Islam, untuk berunjuk rasa di Candi Borobudur terkait protes terhadap tragedi kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya, di Myanmar.
 
“Jadi saya imbau jangan ada yang demonstrasi di Candi Borobudur. Nanti tidak bisa dikendalikan. Itu sudah warisan sejarah. Kita harus rasional, jangan emosional,” ucap Jimly, Sabtu (9/9).
 
Menurut Jimly, jika aksi unjuk rasa massa lalu tidak bisa dikendalikan, maka akan berdampak pada rusaknya objek wisata tersebut.
 
Jimly mengajak masyarakat agar jangan khawatir dengan tindakan Pemerintah Indonesia menyikapi tragedi kemanusiaan etnis Rohingya. Pemerintah dinilai sudah bereaksi cepat dengan mengutus Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ke Myanmar guna membahas tragedi terjadi bersama Aung San Suu Kyi serta pejabat di sana.
 
“Pemerintah sudah bertindak cepat. Kita harus apresiasi Menteri Luar Negeri sudah ke Myanmar, ke Bangladesh, itu sangat aktif. Jadi pemerintah sudah bertindak, mudah-mudahan masyarakat langsung reda,” ujar Jimly.
 
Jimly juga mengapresiasi dan mendukung lembaga sosial kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) dalam melaukan people to peole diplomation dan saat ini sedang membangun rumah sakit di Myanmar.
 
“MER-C sekarang sudah membangun rumah sakit. Yang pertama memang bangunan untuk dokter kemudian membangun rumah sakit. Kita harus dukung ini. Jadi semua yang mau fundraising, yang sedang mengumpulkan sumbangan, saya anjurkan kita mendukung apa yang dilakukan MERC-C. Etnis Rohingya perlukan treatment kesehatan, jangan sampai mereka jadi korban dari malapetaka tragedi ini,” tutur Jimly. (SYH/CR)


Tags :