Home / Media / Siaran Pers / Icmi Indonesia Adalah Harmonisasi Agama Dan Negara

?ICMI: Indonesia adalah Harmonisasi Agama dan Negara


Posted on Sabut, 7 Okt 2017 03:45 WIB



<div style=

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/v_template_3.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /home/icmior/public_html/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /home/icmior/public_html/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view

File: /home/icmior/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

" src="

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/v_template_3.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /home/icmior/public_html/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /home/icmior/public_html/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view

File: /home/icmior/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

https://www.icmi.or.id/assets/img/content_image">

Jakarta (ICMI Media) - Ketua Umum ICMI Prof DR Jimly Asshiddiqie mengungkapkan bahwa peran agama amat banyak diperbicangkan dalam kehidupan di dunia. Harus diakui, ucap Jimly, tidak bisa dilepaskan dari politik Identitas. 

Jimly mengatakan, agama terbesar di Indonesia yang dikenal identik dengan Islam. Bahkan, negara-negara internasional mengenal Islam adalah Indonesia dan sebaliknya.

"Islam, agama, tidak bisa dipisahkan dari negara. Bahkan jelas di dalam konstitusi negara kita, menempatkan agama, Islam dalam kehidupan bernegara kita,," ujar Jimly, di Jakarta, Sabtu (7/10).

Perkataan Jimly tersebut berdasarkan pernyataan yang mengenai Tuhan dan agama yang amat banyak serta dipertegas. Jimly mengatakan, tak ada konstitusi di negara manapun yang menyebutkan Tuhan dan agama sebanyak milik Indonesia.

"Tidak ada konstitusi negara mananpu yang menyebutkan mengenai Tuhan dan agama lebih dari 20 kali," Jimly menuturkan.

Oleh sebab itu, Jimly menilai bahwa konstitusi Indonesia amat bersifat harmonis antara agama dan negara. Bahkan, hubungan keselarasan antara agama dan negara itu sebetulnya telah ada sejak era Presiden Soekarno.

"Sewaktu awal Bung Karno awal memimpin, beliau langsung membentuk Kementerian Urusan Umat Islam yang Menterinya KH Hasyim Asyari. Tapi tidak lama kemudian, langsung diubah menjadi Kementerian Agama. Artinya, yang diurus tidak hanya umat Islam saja, tapi agama lain juga di Indonesia," ujar Jimly.

Menurut Jimly, hal itu menandakan bahwa beragama membutuhkan saling toleransi, terutama di Indonesia. Jimly mengajak, saat ini tinggal menjaga kesadaran hubungan negara dan agama agar tidak disalahpahami. (HAS)


Tags :





Detail side

Media Terpopuler