Home / Media / Siaran Pers / Icmi Jangan Hanya Perkuat Hukum Namun Juga Peradilan Etika

ICMI: Jangan Hanya Perkuat Hukum, Namun Juga Peradilan Etika


Posted on Senin, 16 Okt 2017 11:52 WIB


ICMI: Jangan Hanya Perkuat Hukum, Namun Juga Peradilan Etika

Jakarta (ICMI Media) – Masalah yang terjadi dalam lingkungan kehidupan diharapkan jangan hanya mengandalkan sistem hukum sebagai solusinya. Namun juga perlu mulai dibangun dan dipromosikan dengan sistem baru yaitu peradilan etika.
 
“Kalau hukum, ujung-ujungnya penjara. Sekarang penjara sudah penuh. Jadi kalau kita menegakan hukum ujung-ujungnya menambah kuota penjara,” ujar Ketua Umum ICMI Prof DR Jimly Asshiddiqie pada acara diskusi buku berjudul Penguatan Sistem Pemerintahan dan Peradilan, di Jakarta, Kamis (12/10).
 
Jimly menjelaskan, dalam sistem peradilan etika terdapat pola pembinaan, teguran hingga yang paling ekstrim adalah pemecatan. 
 
“Yang penting dari pejabat publik bermasalah di pecat saja. Masuk penjara soal kedua. Yang penting berhenti dulu. Ke depan, selain memperkuat sistem peradilan hukum, kita juga harus membangun wawasan baru yakni peradilan etika. Supaya akhlak bangsa tidak carut marut seperti sekarang,” kata Jimly.
 
Jimly mengibaratkan, etika sebagai samudera dan hukum adalah kapalnya. Jika hukum berjalan, ucap Jimly, namun etika tidak berfungsi, maka sama saja seperti kapal yang ingin berlayar namun samuderanya kering. 
 
“Jadi samudera etika itu syarat tegaknya peradilan. Bukan hanya jargon tapi harus menjadi kebiasaan. Kalau hukum hanya bicara halal dan haram, benar dan salah. Kalau etika, bicara baik dan buruk juga,” tutur Jimly. (SYH/CR)


Tags :





Detail side

Media Terpopuler