Home / Media / Siaran Pers / Icmi Nilai Homogenitas Kultur Makin Menguat

?ICMI Nilai Homogenitas Kultur Makin Menguat


Posted on Rabu, 25 Okt 2017 08:25 WIB



<div style=

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/v_template_3.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /home/icmior/public_html/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /home/icmior/public_html/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view

File: /home/icmior/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

" src="

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/v_template_3.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /home/icmior/public_html/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /home/icmior/public_html/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view

File: /home/icmior/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

https://www.icmi.or.id/assets/img/content_image">

Jakarta (ICMI Media) – Wakil Ketua Umum ICMI, Priyo Budi Santoso mengungkapkan saat ini dunia seolah-olah sperti berada di dalam genggaman. Hanya melalui telepon genggam, kata Priyo, seseorang bisa mengetahui informasi di dunia secara cepat.

“Ini dinamakan revolusi informasi dan teknologi. Dunia seperti global village,” ujar Priyo dalam acara Seminar Kebangsaan Dalam Rangka Pengukuhan Pengurus Lembaga Bantuan Hukum ICMI yang mengangkat tema Memperkukuh Keadilan dan Kedaulatan Rakyat” di Hotel Oasis Amir, Jakarta Pusat, Rabu (25/10).

Efek dari hal tersebut, kata Priyo, adalah makin menguatnya homogenitas kultur dan saat bersamaan juga semakin menguat etnik dan agama.

“Saya melihat hal yang mengkhawatirkan, hari ini kita mulai cermati menguatnya homogenitas kultur dan solidaritas etnik dan agama menggerus nilai-nilai identitas kebangsaan sebuah bangsa,” ucapnya.

“Terjadi fenomena yang menggolobal tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia yakni menguatnya identitas kultur berdasarkan, etnik dan kultur, agama, yang agama kita bisa lihat dari munculnya ISIS.  Akhirnya, apakah ini yang bisa disebut varian-varian penyakit yang mewarnai praktek demokrasi? Ini yang harus kita jawab bersama,” ujarnya. (SYH/CR)
 


Tags :





Detail side

Media Terpopuler