Home / Media / Siaran Pers / Icmi Pemblokiran Situs Diduga Penyebar Radikal Hanya Bikin Ribut

ICMI: Pemblokiran Situs Diduga Penyebar Radikal Hanya Bikin Ribut


Posted on Rabu, 1 Apr 2015 08:03 WIB


ICMI: Pemblokiran Situs Diduga Penyebar Radikal Hanya Bikin Ribut

Jimly Ashiddiqy: "Caranya ini mau main terabas, sikat dulu, urusan belakangan".

Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie, mengatakan pemblokiran situs penyebar paham radikal tidak efektif.

"Sama saja dengan situs porno, karena tindakan untuk memblokir lagi-lagi tiap tiga bulan. Mereka canggih juga, bikin inovasi baru," ujar Jimly di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/4/2015).

Ketua DKPP ini mengatakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) hanya ingin mengambil mudahnya saja, tanpa memikirkan dampak di balik pemblokiran tersebut.

"Caranya ini mau main terabas, sikat dulu, urusan belakangan. Ini mau ambil mudahnya. Saya rasa ke depan harus dievaluasi mengenai caranya ini. Jangan begini, bikin ribut," sambung Jimly.

Kemenkominfo diminta jangan langsung memblokir situs yang sudah dicap Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai penyebar paham radikal. Seharusnya Kemenkominfo menyaring data-data yang disampaikan BNPT itu.

"Ya kalau BNPT perspektifnya BNPT, ia berhak curiga dengan semua orang, tapi pemerintah kan tidak harus sama dengan BNPT dalam hal ini Menkominfo. Harus dilihat dulu, ada penyaringan," imbuhnya.

Sumber : Tribun News


Tags :