Home / Media / Siaran Pers / Ini Saran Icmi Ke Pemerintah Agar Negara Bahagia

Ini Saran ICMI ke Pemerintah agar Negara Bahagia


Posted on Sabut, 23 Sep 2017 11:27 WIB


Ini Saran ICMI ke Pemerintah agar Negara Bahagia

Jakarta (ICMI Media) – Pemerintah Indonsia diimbau dapat mencontoh dan belajar kepada negara-negara yang masuk dalam zona Skandinavia. Negara-negara di zona tersebut merupakan wilayah yang diketahui paling aman dan nyaman di dunia.

Hal itu disampaikan anggota Dewan Kehormatan ICMI Prof DR Bomer Pasaribu pada kegiatan Simposium Nasional Dewan Pakar ICMI: Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang bertema Rahmat Kemerdekaan Membangun Tanggung Jawab Berbangsa, di Jakarta, Sabtu (23/9).

Menurut Bomer, posisi Indonesia saat ini dalam indeks negara paling bahagia terus mengalami kemerosotan drastis. Bomer menilai, Indonesia banyak mengalami krisis yang terus berputar, seperti korupsi, ketimpangan, ketidakadilan, kemiskinan.

“Tingkat kebahagiaan Indonesia merosot dari peringkat ke 76 pada tahun 2012, merosot ke 79 tahun 2009, merosot lagi pada tahun ini ke urutan 81,” ujar Bomer.

Bomer mengungkapkan, dari berbagai kajian terhadap seluruh negara di dunia, Indonesia dikenal memiliki perspektif yang menjanjikan. Bomer menganggap, adanya pergantian generasi bisa mendatangkan masa depan yang positif maupun negatif. 

Bomer menuturkan, saat ini ukuran indeks utama sebuah negara bukanlah ekonomi atau human development, namun adalah kebahagiaan.

“Saya lima tahun di Skandinavia. Saya belajar terus menerus soal negara paling nyaman di dunia. Inti dari negara Skandinavia adalah menuju kesejahteraan,” kataa Bomer.

Selain itu, Bomer menjelaskan, negara-negara yang penduduknya minoritas muslim justru melaksanakan sistem ekonomi syariah lebih tinggi.  

“Prof Rohan dan Prof Al Qatiri menyusun metodologi yang bagus. Kajian mereka menyatakan bahwa Islamisasi Index dikuasi bukan oleh negara Islam. Negara islam berada di peringat ke 30-an. Negara-negara Skandinavia berada di urutan 1 hingga 5,” ucap Bomer. (SYH/CR)


Tags :