Home / Media / Siaran Pers / Isu Perang Dunia Ketiga Hingga Menciptakan Buah Pemikiran Bagi Bangsa Jadi Tantangan Icmi

Isu Perang Dunia Ketiga, Hingga Menciptakan Buah Pemikiran Bagi Bangsa Jadi Tantangan ICMI


Posted on Kamis, 24 Jul 2020 10:33 WIB


Isu Perang Dunia Ketiga, Hingga Menciptakan Buah Pemikiran Bagi Bangsa Jadi Tantangan ICMI

Bogor - Indonesia dipercaya akan mengalami masa keemasan di tahun 2045 mendatang, sudah saatnya semangat ini digelorakan mulai sekarang. Pemikiran Cendekiawan, sangat dibutuhkan untuk memberikan pencerahan dan dukungan. 
 

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI Pusat), Prof Dr Jimly Asshidiqie mengatakan berbagai tantangan kedepan harus dihadapi imbas dari ketidakpastian, yang disebabkan oleh Covid - 19.

Dari isu dunia, prediksi terbesar adalah perang dunia ketiga yang akan merubah tata dunia baru, perekonomian, maupun politik.

"Perang dunia ketiga ini, dimungkinkan terjadi dan lebih besar dari pada yang kesatu, kedua. Semua negara sudah punya nuklir. Oleh sebab itu, kita harus menempatkan diri dengan benar dan hadir sendiri sebagai negara yang besar," Ucap Prof Jimly saat mengisi pidato, dalam Rapat Majelis Pimpinan Paripurna ICMI, di Gedung IPB International Convention Center, Bogor Jawa Barat Kamis 23 Juli 2020.

Kemudian patut menjadi pemikiran mengenai dampak sosial ekonomi sesudah Covid - 19. Pasalnya menurut Prof Jimly, kondisinya akan lebih besar dari "The Great Depression". Oleh sebab Itu, sudah menjadi tugas cendekiawan untuk membantu para pemimpin bangsa, untuk mengubah pemikiran.

"Semua skenario pra Covid menjadi tidak relevan untuk dikembangkan sesudah Pandemi Covid - 19. Saya selalu mengatakan, rancangan undang - undang hebat seperti apapun yang disusun sebelum Covid itu harus di reevaluasi. Karena, belum tentu relevan dalam  menghadapi tantangan kebutuhan di masa depan," bebernya.

Kemudian, Prof Jimly menegaskan nafsu politik pasar bebas juga membawa dampak buruk terhadap masyarakat yaitu larut pada prioritas jangka pendek. Maka, menjadi tugas kaum intelektual dan rumah ibadah memberikan bimbingan kualitas dan integritas.

"Mari kita sumbangkan pemikiran kita, agar agar menjadi warna dalam perkembangan bangsa," tandasnya.

Selanjutnya, dia mengaku sepaham dengan Ketua ICMI Orwil Bogor, yang juga Rektor IPB Prof Arief Satria yang mengatakan Pandemi Korona menghadapkan bangsa pada perubahan pemikiran (new normal). Apabila tidak bisa beradaptasi maka, akan tergerus oleh waktu.

Prof Jimly berharap, seluruh anggota ICMI akan terus berkarya dengan buah pemikiran sehingga menjadi suri tauladan bagi seluruh masyarakat.

"Sebagai pengurus mudah - mudahan terus menyumbangkan pemikirannya, demi perkembangan dan tentu saja dengan kualifikasi yang berubah sesuai tuntutan jaman," pungkasnya.


Tags :





Detail side

Media Terpopuler