Home / Media / Siaran Pers / Jimly Sadar Konstitusi Dan Budaya Bangsa Sendiri Harus Ditumbuhkan Lagi

Jimly: Sadar Konstitusi dan Budaya Bangsa Sendiri Harus Ditumbuhkan Lagi


Posted on Sabut, 7 Okt 2017 07:59 WIB


Jimly: Sadar Konstitusi dan Budaya Bangsa Sendiri Harus Ditumbuhkan Lagi

Jakarta (ICMI Media) - Ketua Umum ICMI Prof DR Jimly Asshiddiqie menjelaskan, hukum dan konstitusi yang ada saat ini di seluruh dunia merupakan produk dari kebudayaan. Kebudayaan yang ada, biasanya masih terkait dengan aspek turunannya.

"Perilaku itu turun dari ide, ide datang dari bacaan, bacaan bisa datang darimana-mana sehingga dengan demikian, mana dunia ide dan perilaku itu berjarak," ujar Jimly, di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/10), pada diskusi buku berjudul Konstitusi Kebudayaan dan Kebudayaan Konstitusi.

Jimly mencontohkan maksud antara konstitusi dan kebudayaan yaitu keberadaan partai politik (parpol) di Indonesia. Menurut Jimly, parpol pada masa sekarang menjadi institusi yang diatur dalam konstitusi.

Kendati demikian, Jimly meminta agar perlu dipahami apakah parpol bersifat demokratis atau tidak dalam internalnya. Jangan sampai, ucap Jimly, parpol yang diklaim sebagai unsur demokrasi namun dalam pelaksanaan aktivitas hingga keputusan dimonopoli satu orang saja. 

"Yang ambil keputusan cuma 1 orang, kalau ada yang kritik langsung dipecat, lalu bagaimana bisa disebut demokratis?" tutur Jimly yang juga penulis buku.

Banyaknya aspek yang tidak selaras antara klaim, seperti di politik dan hukum, dengan tradisinya, Jimly beranggapan sebab banyaknya kebudayaan yang disadur dari luar, bukan produk adat sendiri 

"Kebudayaan kita itu mencontek dari orang lain, tidak ada yang bersumber sendiri," kata Jimly.

Jimly mengajak agar mulai menyadari kebudayaan sendiri, sejarah asli bangsa Indonesia sehingga antara institusi dengan aktualisasi dapat sinergi. (HAS)


Tags :





Detail side

Media Terpopuler