Home / Media / Siaran Pers / Literasi Media Sosial Rendah Isu Hoax Mudah Dikemas

Literasi Media Sosial Rendah, Isu Hoax Mudah Dikemas


Posted on Sabut, 26 Ags 2017 05:58 WIB


Literasi Media Sosial Rendah, Isu Hoax Mudah Dikemas

Jakarta (ICMI Media) - Standar literasi masyarakat Indonesia terhadap media sosial dianggap masih dibawah rata-rata sehingga penyebaran isu fitnah atau lazim disebut hoax amat mudah dilakukan.

Ketua Koordinasi Hukum,  Advokasi, HAM, dan Lingkungan Hidup ICMI Ifdhal Kasim mengatakan, masyarakat masih kerap memanfaatkan media sosial untuk membicarakan rumor yang kurang bermanfaat.

"Media sosial lebih banyak dijadikan tempat bergosip. Hasil penelitian sebuah lembaga riset di Amerika Serikat menunjukkan pengguna media sosial untuk tujuan bergosip paling tinggi di Indonesia dan Amerika," kata Ifdhal kepada ICMI Media, Jum'at (25/8).

Faktor itu akhirnya menjadi sasaran 'empuk' pelaku kejahatan hoax di media sosial guna menyebarkan pesanan kepentingan politik atau hal lainnya, ucap Ifdhal. Bahkan, tutur Ifdhal, seolah mengkriminalisasi karakter seseorang.

"Akhirnya munculah lembaga atau konsultan penjual informasi-informasi yang diproduksi untuk kepentingan seperti dalam Pilkada, Pilpres dan sebagainya," ujar Ifdhal. 

Ifdhal menyarankan, masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan sosila media sebab ada sanksi hukum pidana bila salah menggunakannya.

"Kadang-kadang kita juga tidak sadar dapat postingan di satu grup, tanpa diperiksa lagi langsung kita kirim lagi. Padahal itu punya risiko kita kalau meneruskan. Posting yang menyangkut nama baik orang lain itu berbahaya untuk kita yang mengirim," kata Ifdhal. 

Baru-baru ini pihak kepolisian berhasil membongkar sebuah organisasi yang  diduga bekerja untuk menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian. Organisasi dengan nama Saracen tersebut diketahui bergerak secara struktaral.

Kini, ketiga pelaku Saracen telah ditangkap kepolisian untuk pengembangan pemeriksaan, termasuk mengungkap donatur Saracen. (SYH/CR)


Tags :