Home / Media / Siaran Pers / Masih Banyak Masyarakat Tidak Tabayyun Soal Informasi Di Publik

Masih Banyak Masyarakat Tidak Tabayyun Soal Informasi di Publik


Posted on Senin, 18 Sep 2017 15:22 WIB


Masih Banyak Masyarakat Tidak Tabayyun Soal Informasi di Publik

Jakarta (ICMI Media) – Masih banyak masyarakat dinilai langsung menerima begitu saja informasi yang disampaikan di publik. Padahal, sebagai penerima berita, seseorang harus memiliki self sensorship yakni setiap informasi diterima perlu diklarifikasi.
 
“Harus ada kedewasaan sebagai penerima berita yang ketika ada informasi, kita klarifikasi dulu. Kalau dalam Islam, tabayyun,” kata Ketua Bidang Pengembangan Kominfo dan Media ICMI Silih Agung Wasesa kepada ICMI Media, Senin (18/9).
 
Menurut Silih, masyarakat yang mudah tersulut emosinya bukan hanya karakter orang Indonesia saja, tetapi juga warga seluruh dunia, terutama yang berusia 35 tahun ke atas.
 
Bahkan, ucap Silih, sebuah hasil riset menyatakan, manusia yang telah berusia 35 tahun ke atas cenderung menelan informasi tanpa klarifikasi. Bahkan untuk seseorang yang telah bergelar pendidikan tinggi, seperti Doktor.
 
“Itu fenomena global. Pertama, untuk orang-orang yang berusia 35 tahun ke atas. Usia 35 tahun ke atas itu sumbunya pendek, tidak bisa memfilter karena mereka pendatang di dunia digital. Berbeda dengan anak muda, tidak langsung percaya,” ujar Silih.
 
Diketahui, kericuhan sempat terjadi di depan kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Senin (18/9/2017). Massa mengepung kantor YLBHI karena mendapatkan kabar jika lembaga tersebut menggelar acara terkait Partai Komunis Indonesia (PKI)
 
Pihak YLBHI mengungkapkan, isu soal lembaganya menggelar acara terkait PKI adalah kebohongan alias hoax. (SYH/CR)


Tags :