Home / Media / Siaran Pers / Noor Alhuda Berjuang Sebagai Reporter Berjilbab Pertama Di Amerika

Noor Alhuda Berjuang Sebagai Reporter Berjilbab Pertama Di Amerika


Posted on Selasa, 14 Apr 2015 06:07 WIB


Noor Alhuda Berjuang Sebagai Reporter Berjilbab Pertama Di Amerika

“....namun ketika saya mulai memakainya, saya memutuskan bahwa saya masih ingin menjadi wartawan ...”

New York - Didorong oleh mimpi masa kecilnya menjadi seorang jurnalis, seorang wanita Muslim Amerika akhirnya bisa mewujudkan cita-citanya tersebut dengan menjadi pembaca berita berjilbab pertama di sebuah stasiun televisi komersial di Amerika. Wanita itu cukup berhasil menentang stereotip perempuan muslim di media.

“Saya dewasa dengan mengetahui bahwa saya ingin menjadi seorang reporter dan pada dasarnya memiliki cara untuk bercerita,” kata wartawan Muslim Noor Tagouri dalam sebuah video yang dikutip oleh Huffington Post pada Jumat 10 April, demikian sebagaimana dilansir onislam.net, Ahad 12 April.

“Saya tidak pernah berpikir saya akan mengenakan jilbab ini, namun ketika saya mulai memakainya, saya memutuskan bahwa saya masih ingin menjadi wartawan tentu saja dan saya tidak ingin ini menghentikan saya.”

Mengatasi perjuangan identitasnya sebagai anak Muslim Amerika, wartawan keturunan Libya-Amerika ini mengatakan dia terdorong oleh semangat yang berapi-api untuk menceritakan kisah-kisah besar dan mengajukan pertanyaan yang baik kepada narasumbernya.

“Nama saya, Noor, berarti ‘cahaya’. Nama tengah saya adalah Alhuda, sehingga Noor Alhuda berarti ‘cahaya penuntun,'” katanya.

Tagouri yang berusia 21 tahun akhirnya bisa memenuhi mimpinya setelah meluncurkan kampanye media sosial #LetNoorShine  atau, “let light shine”, pada tahun 2012, untuk mendorong dirinya sendiri dan orang lain untuk mengejar impian mereka.

“Saya mulai #LetNoorShine ketika saya memutuskan saya akan menjadi sangat vokal tentang apa yang saya lakukan untuk menjadi seorang jurnalis berjilbab di televisi, televisi Amerika,” kata Tagouri.

Bangga mengenakan jilbab, Tagouri memiliki sekitar 89.000 pengikut di halaman resmi Facebook-nya.

“Saya shalat, yang kami sebut shalat Istikhaarah, yang merupakan shalat petunjuak,” kata Tagouri.

“Saya shalat malam sebelum saya bekerja, meminta pada Tuhan untuk magang atau pekerjaan atau sesuatu.”

Sebelum menjadi reporter televisi saluran CBS, Noor pernah magang menjadi penyiar radio di CBS Radio, baru kemudian ia berkarir sebagai reporter televisi.

Sumber: muslimdaily.net


Tags :