Home / Media / Siaran Pers / Sandiaga Uno Publik Sengaja Digiring Dalam Kasus Jis

Sandiaga Uno: Publik Sengaja Digiring Dalam Kasus JIS


Posted on Selasa, 10 Mar 2015 07:10 WIB


Sandiaga Uno: Publik Sengaja Digiring Dalam Kasus JIS

Sebagai orangtua siswa di JIS, kami sangat prihatin dan mengecam upaya kriminalisasi yang dilakukan sebagian orang terhadap institusi pendidikan untuk mendapatkan materi.

"Sebagai orangtua siswa di JIS, kami sangat prihatin dan mengecam upaya kriminalisasi yang dilakukan sebagian orang terhadap institusi pendidikan untuk mendapatkan materi. Yang mengerikan lagi kasus ini telah menghancurkan masa depan keluarga dan anak-anak para pekerja kebersihan PT ISS dan kedua guru yang saya yakin menjadi pihak yang dizhalimi dalam kasus ini," tegas Sandiaga S. Uno, salah satu perwakilan orangtua siswa JIS di Jakarta (Selasa, 10/3) kepada Rakyat Merdeka Online.
 
Sedari awal, lanjut dia, publik sengaja digiring untuk memvonis bahwa para pekerja kebersihan PT ISS dan guru-guru JIS bersalah. Banyak fakta yang tak menjadi perhatian. Misalnya, fakta-fakta medis menyatakan kondisi si anak yang dilaporkan mengalami dugaan kekerasan seksual itu normal.  Padahal, untuk menentukan ada tidaknya kasus seperti ini, fakta medis harusnya menjadi unsur terpenting.
 
Para orangtua siswa di JIS yang juga merasa menjadi korban kasus ini berharap pengadilan dapat menjadi pembuka tabir kebenaran. Sejak awal kasus ini bergulir, banyak sekali kejanggalan dan fakta yang tidak masuk akal yang digulirkan ke masyarakat.

"Banyak orangtua JIS merasa kasus ini tidak memiliki dasar hukum yang kuat, namun didukung oleh pembentukan opini yang luar biasa. Janganlah kita mendzolimi orang lain hanya untuk kekuasaan, apalagi uang. Kami sangat berharap pengadilan bisa benar-benar obyektif melihat dan memeriksa kasus ini. Ada masa depan anak-anak dan keluarga yang dipertaruhkan disini," urai Sandi yang kini juga menjadi Bendahara di Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).
 
Orangtua JIS lainnya, Joyce Nugroho punya penilaian lain. Kata dia, kasus JIS sengaja dimunculkan untuk kepentingan tertentu.  Apalagi, kasus yang telah membuat nyawa salah satu pekerja kebersihan PT ISS melayang saat proses penyidikan di Polda Metro Jaya ini, hanya didasarkan pada cerita ibu yang mengaku anaknya menjadi korban tanpa didukung fakta-fakta yang kuat.
 
"Pada awalnya kami mendukung upaya ibu tersebut untuk mengungkap kasus ini. Tapi setelah mencermati dan melihat fakta-fakta yang muncul belakangan, memang ada motif berbeda dibalik kasus ini.  Hal itu yang membuat banyak orangtua siswa di JIS prihatin dan berusaha membantu para pekerja kebersihan serta dua orang guru JIS. Mereka adalah orang-orang baik yang dikorbankan untuk kepentingan duniawi," jelas dia.
  
Sementara, Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menegaskan pihaknya sangat memperhatikan perlindungan anak dalam kasus JIS. 

"Perlindungan anak adalah kewajiban bagi kita untuk melakukannya. Tapi jangan sampai hal itu dilakukan dengan menghukum orang yang tidak bersalah," tegasnya secara terpisah.
 
Dia mengharapkan fakta yang terungkap di persidangan digunakan majelis hakim untuk memutuskan vonis yang adil. Dengan demikian persidangan kasus JIS dapat mengungkap kejadian yang sebenarnya, tanpa rekayasa dan tanpa intervensi. [sam] 

sumber : Rakyat Merdeka Online (dengan tambahan redaksi)


Tags :





Detail side

Media Terpopuler