Home / Media / Siaran Pers / Sinergi Dengan Mahasiswa Bpjs Kesehatan Ajak Generasi Muda Peduli

Sinergi dengan Mahasiswa, BPJS Kesehatan Ajak Generasi Muda Peduli


Posted on Selasa, 26 Sep 2017 00:30 WIB


Sinergi dengan Mahasiswa, BPJS Kesehatan Ajak Generasi Muda Peduli

Jakarta (ICMI Media) – Guna meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan menggelar kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus secara bertahap di sembilan perguruan tinggi di Indonesia. 

Kesembilan perguruan tinggi tersebut adalah UI, Unpaf, IPB, ITB, Unair, Unsri, USU, Undip dan UNS. Kegiatan sengaja menyasar kalangan mahasiswa karena BPJS Kesehatan menganggap periode usia remaja merupakan masa rentan dan memiliki risiko cukup besar terpengaruh lingkungan. 

Faktanya, penyakit katastropik seperti stroke, gagal ginjal, penyakit jantung, hipertensi dan sebagainya, tidak hanya terjadi pada orang dewasa, melainkan juga pada anak-anak dan remaja akibat kurang olahraga dan pola makan tidak sehat yang menyebabkan obesitas.

“Total biaya penyakit katastropik pada rentang waktu 2014-2016 mencapai Rp 36,3 triliun atau 28 persen dari biaya pelayanan kesehatan rujukan. Peringkat biaya teratas diduduki hipertensi dengan jumlah Rp 12,1 triliun, disusul diabetes mellitus sebesar Rp 9,2 triliun, penyakit jantung koroner sebesar Rp 7,9 triliun dan gagal ginjal kronis sebesar Rp 6,8 triliun,” kata Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari, di kantor pusat BPJS Kesehatan, Selasa (19/09).

Andayani mengungkapkan, bila dibiarkan kondisi tersebut, dikhawatirkan berdampak kurang baik terhadap kualitas kesehatan penduduk Indonesia maupun keberlangsungan program JKN-KIS.

Andayani menuturkan, generasi muda memiliki peran penting dalam mengawal keberlangsungan JKN-KIS di Indonesia. Andayani mengemukakan, pemuda perlu ditanamkan rasa peduli dan gotong royong dalam jiwanya sejak dini sehingga dapat mendukung mewujudkan Indonesia yang lebih sehat.

“Mahasiswa adalah kalangan berpendidikan yang dapat menjadi panutan dan calon pemimpin bangsa. Oleh karena itu, kami berharap ke depannya mahasiswa dapat mengedukasi masyarakat agar paham arti penting hidup sehat serta menularkan semangat gotong royong untuk menyukseskan program JKN-KIS,” kata Andayani.

Sampai Agustus 2017, BPJS Kesehatan telah menjalin kerjasama dengan 22 perguruan tinggi negeri yang mencapai total peserta 7.799 jiwa dan 28 perguruan tinggi swasta berjumlah peserta 5.195 jiwa. Kerjasama tersebut meliputi pendaftaran kolektif menjadi peserta JKN-KIS serta sosialisasi kepada mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat di lingkungan universitas bersangkutan.

Tercatat, hingga 15 September 2017, peserta JKN-KIS telah mencapai 181.701.561 jiwa. Sementara dalam hal pelayanan, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 21.109 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 5.568 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). (SYH/CR)


Tags :