Apa Yang Dimaksud dengan Ritme

Pengertian Ritme

Ritme merupakan irama yang mana mengesankan gerak. Berasal dari kata rhythmos yang berarti suatu ukuran gerakan simetris, yakni variasi horizontal dan juga aksen  suatu suara yang sifatnya teratur. Pada dasarnya dapat terbentuk dari suara serta diam. Suara serta diam tersebut lalu digabungkan, sehingga membentuk pola suara yang berulang.

Jenis-jenis Ritme

Di dalam bidang musik, maka irama ini akan dibedakan menjadi beberapa macam seperti di bawah ini.

1. Ritme Ritmis

Jenis yang pertama yaitu bernama ritmis. Jenis yang satu ini memiliki tekanan yang bebas atau tak terikat dengan ketukan. Untuk contoh dari jenis tersebut adalah permainan suling yang terdapat beberapa gending Jawa-nya.

2. Ritme Metris

Sedangkan, pada jenis yang kedua ini cukup berkebalikan dengan ritmis. Untuk metris ini adalah tekanan yang terikat dengan ketukan ataupun on beat.

3. Ritme Singkup

Jenis singkup adalah tenakan yang up beat. Untuk contohnya sendiri yakni permainan gambang dalam ansambel Calung Banyumas.

4. Ritme Poliponi

Poliponi menjadi jenis selanjutnya yang tak kalah penting untuk Anda ketahui. Jenis yang satu ini yakni penggabungan dari beragam ritme. Biasanya jenis poliponi ini akan digunakan dalam permainan terbangan atau hadroh.

5. Ritme Resultant

Untuk jenis resultant ini adalah penggabungan diantara 2 ritme saja. Misalnya saja ada pada permainan gender Jawa.

6. Ritme Rhapsodik

Jenis yang terakhir yaitu bernama rhapsodik. Jenis satu ini yakni bebas tetapi tersusun dengan rapi. Untuk contoh dari jenis tersebut adalah musik tradisional berupa gamelan kebyar yang berasal dari Bali.

Contoh polar ritme atau irama di dalam suatu musik dibedakan menjadi dua, yakni pola 2/4 dan juga pola 4/4. Pola 2/4 memberi kesan yang dinamis serta membuat gerakan lebih aktif untuk mengikuti ketukan, apalagi bila musik yang dirancang kelihatan sekali bitnya. Sementara, bila musik memakai pola 4/4, maka membuat torso atau badan lebih tenang. Sehingga, membuat tubuh dapat menghayati geraknya. 4/4 ini bisa dikatakan nikmat untuk menghayati gerak murni.

Baca juga:

Tinggalkan komentar